Sabtu, 12 September 2020

The fog of life

 

Oleh: Rezki Rahayu HM
Angin pun bertiup sangat kencang hingga daun-daun pun meninggalkan pohonnya, warna jingga pun menyelimuti langit di sebelah barat, azan magrib pun terdengar nyaring di telingaku. Tandanya kami harus bersiap untuk menyambut malam. Di mana aku tak pernah mengharapkan malam tiba karena rasa sakit ini selalu menghampiriku bukan sakit karena fisik tapi rasa amarah dan kekecewaan yang tak dapat aku ungkapkan. Rasanya aku ingin mengakhiri semua ini karena keluarga yang berantakan namun aku tak bisa berbuat apa-apa, aku bosan, aku lelah dengan keadaan yang memaksaku untuk tetap terlihat kuat padahal rapuh. 

Aku hidup di keluarga yang tidak harmonis. Di mana di setiap malam aku menyaksikan orang tuaku bertengkar. Di mana aku benci mendengar bentakan ayahku kepada ibuku, di mana aku benci mendengar tangisan ibuku di sepanjang malam. Dan aku sanggat benci mendengar kata" kasar yang tak pantas aku dengar oleh anak seperti aku. Dan yang paling menyakitkan seumur hidupku di mana ayahku melontarkan kata cerai kepada ibuku. Sungguh, itu adalah kata yang sangat menyakitkan. Rasanya aku ingin bertanya kepada mereka, apakah masalah harus di selesaikan dengan amarah yang memuncak? teriakan? Makian? Bahkan adegan piring terbang. Apkah tidak bisa dengan omongan baik"??. Tetapi apalah dayaku yang hanya anak kecil yang tak mengerti dan tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan orang di luar pun melabeli kami bahwa anak broken home adalah anak yang buruk. Kami juga tidak mau ada di posisi ini!. Tapi, kami tak bisa berbuat apa". Di mana kalian menggagap kami buruk, anak nakal, bebas, tidak karuan dan hal-hal negatif tentang kami. Kalian hanya pandai menilai tanpa tahu apa yang kami rasakan, dan apa yang kami alami.


Asal kalian tahu, saya juga ingin mempunyai keluarga yang harmonis, yang utuh, hidup di satu rumah yang bahagia. Mungkin bukan aku saja yang mengharapkan itu, pasti mereka di luar sana yang mempunyai keluarga broken home pasti ingin seperti itu. Tapi apalah daya kami, kami tak bisa bertindak. Kami hanya anak" yang tidak tahu menahu soal urusan dewasa tapi kami di paksa untuk menjalani semua ini, tapi kami tetap jalaninya dengan ikhlas. Meski itu berat di usia kami. Di mana kami harus merasakan kasih sayang orang tua di saat ini tapi itu tak bisa kami rasakan lagi. Rasanya aku ingin berkata kepada mereka. Ya, engkaulah orang pertama yang selalu menjaga hatiku tetapi kini engkaulah adalah orang yang membuat hatiku hancur berkeping keping bukan hanya hatiku engkau juga menghancurkan masa depan dan kebahagiaanku. Ibu engkau adalah orang yang selalu membuatku bahagia tapi sekarang aku layaknya orang yang paling menderita di dunia ini. Tuhan apakah aku boleh meminta satu hal kepadamu? Jika boleh berikan satu hari di mana di hari itu aku bisa berkumpul dengan kedua orang tuaku menghabiskan waktu bersama mereka dan merancang masa depanku kelak. Dari kejadian itulah menjadikan aku seseorang yang hebat dan kuat. Dan akanku jadikan pelajaran untuk masa depanku kelak

Harapan

Oleh: Maydivani Pratiwi 

                     Ini cerita tentang dia yang belum pernah aku temui, seorang pria yang menjebakku dalam sebuah kenyamanan yang tak berujung. Dia pria yang biasa saja, sangat biasa saja tapi dia bisa membuatku merasakan yang namanya "nyaman", aneh bukan?. Dia datang bak seorang pangeran berkuda putih yang ingin menyelamatkan seorang wanita desa yang kesepian, tetapi pada saat aku berpikir dialah orang yang aku cari,dia pergi karena seorang tuan putri yang elegan dan cantik dimatanya. Aku tak habis pikir kenapa dia datang hanya untuk pergi, membuatku bingung harus menyuguhkan kopi atau hati. Nama yang awalnya terdengar biasa saja bagiku, menjelma menjadi nama yang terdengar spesial. Aku bahkan sudah tak bisa berharap lebih padanya, karena sebuah perbedaan antara aku dan dia yang sangat jauh.

                   Dia bagaikan sebuah daging didalam sup dan akulah kentangnya. Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan semua orang yang mendekatinya. Saat kuungkapkan perasaanku dia berkata "Aku juga" tapi itu hanyalah sebuah tulisan abjad, tidak lain dan tidak bukan. Dia berkata itu tanpa bertanya dulu pada isi hatinya, apakah kata "Aku juga" itu berasal dari hatinya atau hanya jarinya sahaja yang bergerak diatas layar tanpa adanya campur tangan perasaan?. Aku bingung harus seperti apa lagi, semua sudah kulakukan. Dia bagaikan capung yang gemar terbang kesana kemari jika ingin kutangkap, terkejar tapi tak tergapai olehku. Dia mengatakan hal manis bak seorang yang memiliki hati, dia berkata "Sayang" bak seorang yang menyimpan perasaan. Hadirnya adalah suatu kebetulan, dan aku menyukainya adalah suatu kesalahan. Aku menaruh harapan pada sesuatu yang tidak mungkin kumiliki,bodoh bukan? .
 

                     Memilikinya adalah halusinasi, dia objek yang nyata, namun terasa fatamorgana. Lucu, ketika hanya dengan mengobrol lewat chat tanpa pernah ada tatap muka, dua insan bisa saling jatuh cinta, dan tau apa yang lebih lucunya lagi?, apabila yang satunya merasa jatuh cinta dan yang satunya lagi merasa "Biasa saja". Ingin rasanya mengulang dari awal untuk mengingatkan diriku sendiri untuk tidak terlalu cepat menaruh harapan,tapi itu bukan salahku,kenapa? karena "bukan aku yang memulai". Sampai pada akhirnya dia meminta maaf karena telah membuatku tertarik tanpa adanya pertanggung jawaban, dia mengaku salah. Awalnya kukira setelah dia meminta maaf dia akan menjauhi ku, nyatanya dia yang tidak ingin mengakhiri semua ini. Tapi pada akhirnya semuanya sama saja,dia tetap menghilang lagi dan lagi seperti tertelan bumi. Sekarang kita hanya sebatas "teman" tidak lebih dan tidak kurang, cukup baik daripada harus selalu terpikir dengan sesuatu yang tidak penting. Dia baik sudah menemaniku sampai saat ini,dan aku sudah menyampaikan rasa terima kasihku padanya. Tuhan juga baik telah "Mempertemukan" kita berdua walau tidak "Mempersatukan".

Kamis, 10 September 2020

DIKELABUI MIMPI

 Oleh: Nur Suci Qalbi. M

Hampir setiap hari aku seperti ini, sangat sulit untuk terlelap di malam hari, sama seperti malam-malam sebelumnya, dalam keadaan ini aku hanya berteman dengan bantal dan kasur yang ku tiduri, di sebuah kamar persegi yang tidak terlalu luas, ditambah dengan suara kendaraan yang melintas depan rumahku dan suara-suara jangkrik. Saat ini Jam menunjukkan pukul satu lewat tujuh dini hari. Sambil menunggu ngantukku datang, aku berkhayal tentang sesuatu yang sangat aku impikan, Aku sangat ingin sekali naik ke luar angkasa menggunakan roket dan melihat seluruh benda-benda angkasa di atas sana, bulan, bintang, matahari dan seluruh planet yang ada di tata surya, untuk mewujudkan impianku ini, aku bercita-cita menjadi seorang astronot. 


Tak lama kemudian aku terasa sedang berada di luar angkasa, mengenakan baju astronot dan turun dari roket menginjak permukaan bulan, betapa senangnya aku dengan semua hal itu, aku melayang-layang di angkasa sesukaku dan di angkasa ini semua benda benda luar angkasa terlihat mulai dari bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet, mulai dari planet Merkurius sampai planet yang yang terkecil Semua terlihat di sini, ternyata pemandangan luar angkasa lebih indah daripada yang aku bayangkan sebelumnya, tetapi mudahnya menjadi seorang Astronot pun tidak semudah yang kubayangkan, berjalan diatas angkasa tidak semudah berjalan di bumi, di luar angkasa tidak memiliki gaya gravitasi, makanya kita dapat melayang di angkasa, dan aku juga harus menggunakan baju yang sangat berat untuk melindungiku dari bebatuan angkasa yang bisa Kapan saja mengenai badan ku. Aku sangat senang berada di sini, rasanya aku tidak mau lagi turun di bumi. 


Tak lama kemudian terdengar suara "Trakkkk... " sesuatu terjatuh. Badanku terasa sakit sekali, aku seperti terjatuh dari luar angkasa ke bumi, tanganku yang tertimpa oleh badanku serasa seperti remuk, perlahan aku membuka mata, dan ternyata aku masih berada di kamarku, dan suara Yang Ku dengar tadi adalah suara badanku terjatuh dari atas tempat tidur, " Wah, ternyata sudah pagi? Bukankah aku tadi berada di luar angkasa?" tanyaku sangat bingung. Aku pun berlari keluar kamar dan langsung menghampiri kakakku, "Kak, tadi malam aku dari luar angkasa" kata ku, "Halahh, mana mungkin, kamu saja baru bangun pagi ini dari semenjak kamu tertidur semalam" Jawab kakakku, " Aku serius kak, aku benar-benar dari luar angkasa, aku mengenakan baju Astronot dan mengendarai roket" jelas aku lagi, "Alahhhh, mungkin kamu hanya mimpi, Kamu kan sering berkhayal ingin ke luar angkasa" jawab kakakku lagi. Setelah kakak ku berkata demikian, aku sadar bahwa tadi malam aku hanya bermimpi pergi ke luar angkasa. Dan aku cukup kecewa, tapi tidak apa apa, suatu saat nanti aku pasti bisa mewujudkan mimpi ku ini.


Minggu, 06 September 2020

Dingin

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 

Semenjak ke Jadian Dimana hari itu hubungan Dania dengan Alfa,berakhir Dania berubah menjadi sosok dingin dan tak tersentuh. Ia lebih memilih diam seribu bahasa. Dan enggan untuk mengenal orang baru,dan membuka hati ke pria Mana pun. Bahkan Dara sudah berapa kali membarinnya nasihat agar ia bisa kembali ceria seperti sedia kala. 

"Dania ke kantin yuk lapar nih"Ucap Dara Smbil memegang perutnya. 
"Malas"Jawab Dania Dingin. 
"Yaelah Dan lo masih mikirin Alfa. Yang hanya datang Disaat dia kesepian.? Udahlah. Dan dia tuhh hanya beraninya sama Cwek doang"Kesal Dara 
"Nggk mikirin dia"Jawabnya singkat
"Ck!! Udah deh Mnding ke kantin ah dari pada urusun dia, ayolah Dania yang cantik" bujuk Dara dengan menampilkan jurus terbaiknya yaitu mengeluarkan. _Puppy easnya_
"Iyiy bacot loh"jawabnya dengan ketus. 
Sesampainya mereka berdua di kantin ia langsung memilih duduk di pojok kantin. Tidak lupa Dara langsung pergi untuk memesan makanan buat mereka.selang beberapa menit Dara membawa sebuah nampan yang berisi makanan.. Dan mereka berdua lanjut dengan menyantapnya dengan hikmat. 

Tiba²Tak ada angin tak ada hujan Alfa langsung datang di depan meja dara Dan Dania tanpa di perintah Alfa  lngsung mendudukan dirinya di smping Dania. Dania yang merasa rusuh dengan kehadiran alfa sontak langsung berdiri. 
"Ehh mau kemana? "Tanya Alfa Smbil memegang lengan Dania. 
"bukan urusan lo? Jawabnya dengan dingin namun menekan beberapa kata.. 
"gw minta maaf Gw mau kita balikan Dan" ucapnya dengan sedikit memaksa
"Ck!! Balikan? Jngn mimpi Gw balikan sma lo, setelah apa yang lo perbuat ke gw lo mau kita balikan?hhh Mimpi lo!!?" teriaknya di depan muka Alfa.
"Gw mau itu dan Gw nggk mau Trima penolakn".
" _Crazy_!!! Ucapnya dengan tatapan tajam ke arah alfa,dan  menarik lengan dara lalu berlalu meninggalkan Alfa sendiri

Sabtu, 05 September 2020

Sebuah Jawaban

 Oleh : Maydivani Pratiwi

                  Yang membuat saya lemas kali ini adalah saat dimana suasana yang paling tidak saya inginkan kembali lagi menyapa diri saya, saat dimana saya tidak bisa apa-apa lagi, saat dimana saya kebingungan,dan semua pikiran- pikiran dan pertanyaan-pertanyaan terus berganti posisi untuk memutari otak saya tanpa henti. Pikiran pikiran yang selalu menyebar seperti puzzle dan tentunya selalu memaksa saya untuk memecahkannya sendiri. Saya tak mengerti kenapa saya selalu sangat lemah dalam hal seperti ini.

                  Saya sudah sangat mencoba untuk mempertahankan,berusaha agar orang lain tidak kesulitan, sampai membuat saya melampaui batas kemampuan saya, namun itu semua tetap tidak ada artinya. Saya bahkan sudah berusaha merubah diri tapi tetap saja tidak ada yang berubah. Berdoa sebanyak mungkin pun tak akan bisa merubah segala hal yang telah terjadi, itu semua sudah Allah rencanakan. Saat saya sedang kacau, saya selalu mengingat kata-kata yang mengatakan "Semua orang mempunyai porsi dan waktunya masing-masing, jadi bersabarlah",dan itu lumayan membuat saya tenang walau sebentar.

                        Dan sekarang saya sudah merasa lebih baik, saya bersyukur bisa dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Saya juga bahkan telah mendengarkan apa yang ingin saya dengar dari sudut pandang orang lain, dan itu membuat saya merasa lebih baik. Saya sudah lumayan tenang sekarang, semuanya sudah jelas, pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul diotak saya telah menemukan jawabannya masing-masing. Puzzle-puzzle yang teracak telah bersatu dan menjadi sebuah jawaban yang utuh. Saya sudah cukup senang dengan keadaan yang sekarang,semua yang telah terjadi hanya saya jadikan sebagai pelajaran bukan sebagai sesuatu yang membuat saya berhenti melangkah.

Keraguan Dalam Mimpi


 Oleh: Rezki Rahayu HM
            Aku terdiam sejenak di balkon rumah, sambil di terangi oleh sinar-sinar bintang yang begitu indah. Aku berfikir ada hal apa lagi yang Tuhan ciptakan untuk saya. Apakah itu sebuah kebahagiaan? ataukah sebuah cobaan untuk menguatkan saya? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu. Di mana kami harus siap untuk menghadapinya. Di mana ketika matahari mulai terbit di saat itulah kita memulainya. Terkadang pagi terlalu cepat bertemu, rasanya aku belum siap untuk bertemu, tetapi, kita harus siap karena banyak hal baik yang harus kita jemput hari ini. Karena waktu terus berjalan entah itu sedih, bahagia, senang, bahkan keadaan terpuruk pun waktu terus berjalan tanpa henti, hanya saja yang membedakan waktu siang dan malam. Karena  hidup di dunia ini  tidak akan pernah seperti novel yang di mana kita bisa membuka halaman pertama untuk mengulang kejadian yang pernah kita alami. It is impossible. 

            Saya adalah seorang mahasiswa di yogyakarta dengan fakultas sastra pendidikan bahasa. Di mana saya mengambil jurusan itu karna dari kecil saya bermimpi membuat sebuah novel yang disukai dan bisa menceritakan tentang hidup saya dengan melulis, agar bisa membagi pengalama saya kepada  semua orang. Di mana cita-cita itu terus saya pertahankan hingga nantinya tiba di titik yang sepantasnya. Sejak saya kecil, saya selalu mengira bahwa  menjadi seorang penulis hanyalah pekerjaan yang gambapang. Tetapi tidak sama sekali yang seperti saya bayangkan,  Tidak semudah membalikkan telapak tangan dan mengedipkan mata. Ketika saya masuk di profesi itu barulah saya sadar menjadi seorang penulis itu tidak gampang.

            Saya selalu meluangkan waktu saya untuk menulis entah itu tentang kehiduapn saya ,sekitar saya atau bahkan imajinasi saya, bayak judul novel yang sudah saya tulis tetapi saya ragu untuk menerbitkannya karena saya takut tulisan saya tidak di sukai oleh orang lain. Tulisan-tulisan itu hanya ibu saya yang saya perlihatkan. Dan semua keluh kesahku, saya menceritakanya kepada ibu saya. Ibu saya selalu berkata "Nak Daun yang jatuh tak perna membnci angin'', kau harus seperti itu kamu membiarkan diri mu terjatuh begitu saja, dan tak melawan dan selalu mengikhlaskan karena akan tiba di saat di mana kamu tidak akan ada yang menjatuhkanmu lagi. Tetapi ketika kamu tidak bertindak hanya rasa keraguaan yang kamu tanamkan di dirimu percayalah your will never succeess. Sejak itulah saya berani memperlihatkan tulisan saya. Pertama hanya teman-teman saya terlebih dahulu kuperlihatkan ternyata mereka bilang tulisanku sangat bagus. Aku mendapatkan semangat dari keluarga dan temen-temenku saat itu juga lah aku berani untuk menerbitkan buku saya, banyak hal  saya lewati sampai saya tiba di titik itu. Saya menulis pagi sampai pagi, begadang, pola makan tidak teratur. Tetapi semua itu terbayarkan. Buat kalian yang masih ragu, get rid of your doubts, and act

LAST GAME

 OLEH ALFANI RISMAENITA


            Di suatu malam, langit menangis, seakan menemani sekeping hati yang sunyi. Aku menghadap ke jendela kamarku. Angin malam terasa menusuk hingga ke tulang. Malam masih sama, tetap sepi tanpa sapamu. Tetap sendu tanpa senyummu. Tetap dingin tanpa hangat tawamu. Malam tetap saja sunyi tanpamu,kesunyian yang membawaku kedalam cerita masalaluku. Ini bukan tentang cinta, ini tentang persahabatan. Bukan apa, aku hanya rindu padamu, rindu pada kisah kita dimasa itu. Akan kuceritakan kembali, siapa yang tahu disana kau akan melupakan aku. Kala itu diusiaku yang menginjak tiga tahun, kau datang tiba-tiba menghuni rumah kosong yang ada disamping tempat tinggalku, dan hal itu menjadikan kita tetangga. Aku yang pemalu bersembunyi dibalik daster ibuku yang sedang membantu keluargamu beradaptasi di lingkungan yang mungkin saja masih asing bagimu. Aku melihatmu tersenyum padaku, ingin kubalas namun rasanya aku dikalahkan oleh rasa malu. Esok berikutnya, masih sangat pagi kulihat kau sedang membantu ibumu menyiram bunga yang ada dihalaman rumahmu. Kau melihatku dibalik jendela ini, kembali lagi kau tersenyum serta melambaikan tangan padaku. Kau selalu saja seperti itu hingga aku bosan, dan berusaha mengalahkan rasa malu. Hingga pada akhirnya kita berkenalan lalu bermain bersama setiap hari, tanpa terkecuali.

            Waktu itu jaman belum canggih, kita hanya bermain permainan tradisional. Bermain petak umpet, bola bekel, kejar-kejaran, lompat tali karet, dan juga bermain masak-masakan. Kau ingat masa itu?? Kalau kau bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama, maka tentu akan kujawab bahwa aku tidak akan pernah melupakannya. Waktu itu, setiap hari rasanya menyenangkan saat bersamamu. Kita berteman bertahun-tahun. Naik SMP kita sudah tidak bermain anak-anak lagi. Tapi kita tetap bersahabat. Namun entah kenapa, tiba-tiba kau mengajakku bermain petak umpet kembali seperti dulu. 3 hari berturut kita selalu bermain petak umpet. Sampai dihari berikutnya, kau mengatakan padaku bahwa kau akan pindah ke luar kota, mengikut ayahmu yang akan dipindah kerjakan. Kita menangis bersama saat itu, sampai kau menguatkan hati dan berkata "Last Game!!" Dengan mata yang masih berkaca-kaca. Yah!! Last game,, kita kembali bermain layaknya anak-anak. Sampai maghrib tiba, kau mengatakan kalau esok subuh kau sudah harus berangkat ke bandara. Kau memberikan topi yang selalu kau kenakan dan sampai sekarang aku masih menyimpannya rapih. Sekali lagi maaf, waktu itu aku tidak bisa mengantarmu ke bandara, karena akupun harus bersiap ke sekolah.

           Sepulang sekolah aku merasa ada yang kurang dari diriku. Kucoba melepas kebosanan dengan menonton televisi. Namun apa yang kukihat bukanlah berita yang baik. Pesawat yang kau tumpangi mengalami kecelakaan. Hatiku hancur sehancur hancurnya. Tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Sahabat terbaikku harus kehilangan nyawa karena kecelakaan itu. Sampai sekarang aku pun belum bisa mendapatkan sahabat sebaik kamu. Hal yang tersakit saat aku melihat foto kita bersama. Kita bersama tumbuh dan dewasa. Yang bisa kulakukan hanyalah mendoakanmu selalu, sahabatku. Usai sudah aku mengingat sedikit kisah tentang kita malam ini. yang kutahu, hidup selalu memberikan kesempatan kedua bukan? itu yang disebut hari esok. serumit apapun keadaan, berapapun tetesan airmata yang jatuh, aku hanya ingin menjadi dewasa menyikapi ini semua.Tak semua hal harus ada jawabannya sekarang, aku yakin tuhan punya rencananya sendiri dengan memisahkan kita. Dan aku harus bergegas tidur agar ketenangan dapat menyelimuti kegundahanku malam ini.

 


Jumat, 04 September 2020

Antara Dia Dan Senja Di Bulan September



Oleh : Nurhalisah     

      Di awal bulan September,Terlihat seorang gadis yang sedang duduk di atas pasir putih memejamkan mata dengan matahari yang berwarna jingga,menghirup dalam dalam udara pantai dan mendengarkan suara ombak yang menyejukkan pikiran di waktu sore yang sangat indah. Dia tersenyum membayangkan dalam angan-angan peristiwa beberapa bulan yang sudah berlalu. Senyum sapa ramah saat itu menyambut pertemuannya saat ia bertemu dengan Seseorang pria,saat dia mengantar temannya ke tempat reunian. Pribadinya yang bersahabat membuatnya seperti bukan berbicara dengan teman baru. Mata tajam itu sesekali bertemu dengan tatapan malu dia kepadanya,,,,,,Banyak waktu yang mereka habiskan hanya untuk becanda bercerita bersama tentang kehidupan masing-masing, hingga tanpa sadar mereka seakan sibuk berdua dan mengabaikan teman yang lain. Akhirnya waktu juga yang memisahkan, larutnya malam seakan memaksa mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing. Sejak malam itu wajahnya wajah seorang pria itu seakan tak bisa hilang dari angan-angannya. Mungkin bisa dibilang bayangnya seakan-akan muncul di layar presentasi, buku, laptop, handphone. Ada apa dengannya beberapa hari itu. Seakan dia terhipnotis dengan kehangatan tatapannya, santun pembicaraannya, sopan sikapnya, dan kesan pertemuan pertama yang teramat bagus. Sepertinya dia merasakan gejolak asmara, cinta pada pertemuan pertama.

           Jam demi jam, hari demi hari, ia membuatnya menikmati keindahan imajinasi dengan pesona yang ia berikan pada pertemuan pertama.Seminggu sudah dia merasakan kebahagian berimajinasi. Tapi seakan bertepuk sebelah tangan, dia tersadar dari fantasi imajinasi itu. Dia tak tau apakah ia juga merasakan hal yang sama sepertinya, bahkan perasaan senang dengan pertemuan pertama saja dia tak tau itu ada atau tidak dalam dirinya.Seakan terbangun dari tidur, dia mulai menyadari yang sebenarnya terjadi. Kami bahkan tidak berkomunikasi sama sekali semenjak berpisah dari acara reunian itu hingga saat ini. Bagaimana tidak, nomor telpon saja mereka tidak saling memiliki, namapun hanya sekedar tau nama panggilan. Aaaah sudahlah buat aku apa terus berimajinasi, berkutat dengan pikiran sendiri"pikir dia". Beberapa hari kemudian, ponselnya berdering mendapat panggilan dari nomor yang belum dikenal. Jantungnya berdegup kencang saat mulai mendengar sapaan dari dalam ponsel itu. Mulutnyapun gugup menanggapi seakan kehabisan kata-kata. Mimpi apa aku semalam. Yaaa, itu telpon darinya. Meskipun hanya basa-basi menanyakan kabar sambil memberitahu bahwa itu nomornya, tapi suara itu seakan memberikan kembali angan-angan yang hampir saja dia musnahkan.Setelah pembicaraan singkat diwaktu itu, tak tau siapa yang terlebih dulu memulai tapi mereka menikmati komunikasi yang hampir setiap hari mereka lakukan. Berbalasan pesan singkat diwaktu senggang dengan sesekali saling telpon, membuat mereka semakin akrab. Semakin hari semakin terasa dekat, saling mengenal lebih satu sama lainnya. 

           Bahkan jarak antar kota mereka yang berbeda seakan tak terasa jauh saat itu. Sudah satu bulan mungkin mereka saling mengenal, hingga akhirnya mereka bisa bertemu kembertemu kembali.Banyak cerita yang hadir dalam hubungan pertemuan mereka,Meraka saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka masing masing,gadis itu merasa sangat nyaman kepadanya,karna sikafnya yang sangat bersahaja dan bersahabat, Tetapi pertemuan mereka tidak berlangsung lama,pria itu harus kembali ke kota asalnya dengan menyimpan sejuta teka teki dan rasa penasaran,karna harapan gadis ini kepada pria itu dia ingin pria itu mengungkapkan perasaan yang sama seperti perasaan yang dimiliki gadis ini,tetapi kenyataan berkata lain yang membuat harapan gadis itu hanyut begitu saja,dan bisa di simpulkan bahwa pria itu menggantungkan perasaan gadis ini.Ahhhh,,,,,Sudah lahh tidak usah aku pikirkan kejadian waktu itu, jika memang dia jodohku pasti aku akan dipertemukan kembali"pikir gadis itu"Sambil tetap menatap matahari yang berwarna jingga itu yang sebentar lagi akan ditelan oleh kegelapan,dan dia cuma berharap bahwa semoga bulan September ini mambawa keberuntungan yang lebih baik dari bulan bulan yang sebelumnya,"Welcome September"kata gadis itu dihadapan Senja dengan wajah tersenyum.

Jum'at,04,September,2020

~SELESAI~







I'm learning how to love my self.

 oleh : Nurafiqa Az Dzikra 


See the source image



Ika yahss nama dari gadis yang berhasil keluar dari titik terendah yang ada di hidupnya , waktu dimana semua orang tidak memedulikannya, semua orang yang berusaha menutup mata dan telinga mereka, orang orang yang tidak mengetahui hal hal yang telah ika lalui, pandangan jijik dan benci pada ika, paksaan dan desakan dari teman, keluarga,bahkan orang tuanya sendiri. Semua itu benar benar membuat ika terkekang,menderita,sedih, namun ika selalu mengangap semua masalah itu adalah lelucon hidup, meski begitu ika selalu mencoba untuk menghilang dari muka bumi ini, ika menganngap bahwa semua orang tidak mau dia ada, dia selalu mendengar lontaran kata yang benar benar membuatnya merasa terhina, "kamu gendut,bodoh,item, dekil, gila,miskin, g ada orang yang mau mendekti mu, semua orang benci sama kamu." yah kurang lebih begitu sampai akhirnya ika menemukan titik cahaya dan harapan untuknya kembali merasakan nimat hidup.

ika bertemu dunia baru, dunia dimana dia tahu bahwa dirinya benar benar berharga, dunia yang membutuhkannya, dunia yang menantikannya, dunia dengan orang orang yang membuatnya mengerti bahwa dirinya lebih berharga dari luka apapun. Ika yang tadinya merasa tidak beharga kini sadar bahwa sebenarnya ada hal hal kecil yang bisa membuatnya bahagia. di dunia baru ini dia bisa merasa bahwa dirinya cantik benar benar cantik, ika pun memustukan untuk pergi meninggalkan lingkungan yang toxic itu dia merasa ini kesempatan yang baik untuk dia membuktianbahwa dia pantas dan layak di cintai dan di sayangi. Di tengah perjalanannya dia sering jatuh,bangkit,jatuh,bangkit namunitu bukan hal yang akan membuatnya menyerah.

jika ika kembali sedih dia selalu mengingat apa yang selalu membuatnya bahagia,  sebuah kata yang membuatnya merasa berharga "its okay to fall down to get hurt all you have to do is get back up and keep running" , "you should always smile in life" ," you are born to be real not to be perfect" , " if you dont work hard, there won't be good result." , " belive in yourrself when no one bellieves in you." , "you are too young to let the world break you." , " self love isnt selfish its important." yassshh kalimat kalimat itu yang sampai sekarang yang membuatnya menjadi dirinya sendiri. 

Heart Less

 oleh : Nurafiqa Az Dzikra

 
Image result for aesthetic lonely girl


Menjelang sore hari, terlihat seorang gadis remaja yang menggengam sapu di halaman rumahnya sambil menatap remaja lainnya yang sedang bepergian beramakeluarganya, tatapan itu seolah memberitahu bagaimana perasaaan anak itu, dia seolah mengingat hal yang terjadi dengan dirinya di masa lalu. Dimana dia  yang dulu sering bertanya pada dirinya sendiri akankah hidup tanpa senyum lebih mudah? apakah hidup tanpa tangisan juga akan lebih mudah? apakah semua bisa aku lewati? tanpa dia sadari air matanya jatuh bercucuran aku yang penasaran tentang apa yang terjadi dengannya mulai datang mendet\katinya dan bertanya "heyy are u okay?" dia yang tadinya melamun tiba tiba terkejut akan kehadiranku, ketika dia sadar ada aku di sampingnya dia spontan menghapus air matanya dan menjawab ku " yeah aku baik baik aja" dengan senyuman manisnya. aku menjawabnya " heyy tenang saja aku bisa mendengarkan ceritamu kok" sembari aku mernangkulnya. Dia yang tadinya tersenyum tiba tiba saja terjatuh dalam rangkulan ku bersamaan dengan air mata yang terus berjatuhan.

Dia dengan air matanya itupun mulai bercerita " aku hanya punya satu hati dan hatiku begitu jahat,buruk, aku lebih suka jika orang orang menghancurkan ku, memperlakukan ku sesukanya walalupun aku berteriak ,melawan,mataku yang bengkak aku hanya perlu satu orang saja mngerti aku." Sedikit demi sedikit aku bisa memahami apa yang dirasakan gadis itu akupun mencoba menenagkannya dengan berkata "ada begitu banyak manusia di muka bumi ini, manusia dengan beribu pemikiran,perasaan,masalah, dan pendapat yang berbeda hanya karena kamu belum bisa menemukan orang yang mengerti kamu bukan berarti tidak ada orang yang bisa mengerti keadaaan mu. Kalaupun kamu belum menemukan orang yang bisa mngerti keadaan mu kamu harus menjadi salah satu dari mereka yang bisa mngerti perasaan orang." sambil memegang pundak gadis itu.

dia yang tadinya menangis deras seketika terdiam dan berkata "apakah aku punya hati? tapi jika iya dimana di aku tidak bisa merasaknnya." sambil menatap ku aku pun menatapnya sambil berkata "hati mu selalu ada di jiwa mu, bukannya kamu tidak merasaknnya hanya saja kamu belum sadar bahwa hati mu sebenarnya sudah lama terasa, hal yang membuat mu tersenyum dan bersedih itu semua dari hatimu." dengan senyuman kecil di wajahnya dia berkata kembali padaku "jika kamu benar berarti selama ini aku mempunyai hati, makasih karena telah menyadarkan aku aku sangat bersyukur bisaa bertemu denanmu." aku yang pada saat itu merangkulnya tiba tiba menetaskan air mata, aku tidak pernah menyangka motivasi kecil dari mulut aku bisa berpengaruh besar pada seseorang.

Kamis, 03 September 2020

SUARA DARI KEJAUHAN



Oleh: Nur Suci Qalbi. M

Di suatu pagi yang masih tertutup kabut embun embun pagi, Ayah menghampiri Dika yang masih tertidur lelap di dalam Tenda, " Dika ayo bangun Sebentar lagi fajar akan terbit" Ucap Ayah yang berusaha membangunkan Dika dari luar tenda, di sana sangat dingin, suhu hampir bernilai minus, " ya ampun ayah, di sini dingin sekali rasanya badanku membeku" sahut dika yang baru bangun,  "kenakan jaketmu dan segeralah keluar kemari ayah telah membuatkan segelas susu hangat untukmu" Kata Ayah. Dika pun keluar dari tenda dan meminum susu yang telah dibuatkan oleh ayahnya, setelah meminum habis susu tersebut, Dika disuguhkan semangkok mie instan oleh ayahnya, dan makanan itu tak sampai 3 menit langsung ludes oleh Dika, Setelah sarapan Dika dan ayah pergi ke Pinggir Tebing Gunung untuk melihat matahari terbit, dengan mengenakan jaket yang sangat tebal karena cuaca dingin, Dika dan ayahnya berjalan di sekitar tendanya, sambil melihat matahari terbit Dika juga mencoba mencari jaringan Untuk ponsel selulernya di pinggir tebing.  Saat jaringan masuk ke ponsel Seluler Dika, serentak langsung bunyi notifikasi dari aplikasi chat yang ada di ponsel Dika, dan isi dari notifikasi tersebut adalah pemberitahuan untuk Dika, agar datang ke sekolah untuk mengambil ijazah SMP nya jam 11 pagi nanti.


Maka dengan terpaksa Dika dan ayahnya harus turun gunung tepat jam 8 nanti, agar tepat waktu untuk tiba di rumah dan Datang Kesekolah untuk mengambil ijazah. Ayah dan Dika pun kembali ke tenda untuk mengambil barang-barang dan membongkar tenda yang telah dibangunnya kemarin, dengan perasaan tidak siap, Dika dan ayah terpaksa pulang. Dika dan Ayah harus berjalan kaki sejauh kurang lebih satu setengah kilometer untuk sampai di parkiran mobil dari atas gunung, Di tengah perjalanan turun dari atas gunung, tiba-tiba sebuah ranting pohon penyangga kaki kanan Dika, Dan Dika pun langsung terempas jatuh ke tanah, "Aduh... " sontak Kata Dika, dan tak tahu kenapa terdengar juga suara "Aduh..." dari kejauhan. Dika pun kembali berdiri dan bingung ia bertanya "Siapa yang teriak sama sepertiku tadi yah?" Tanya dika, Dika kembali berteriak "Siapa Kamu?..", dan muncul lagi suara yang mengatakan sama seperti apa yang dikatakan Dika, "Siapa Kamu?.." Kata Suara itu, Dika pun makin bingung dan kembali berteriak "Dasar Pengecut, Perlihatkan dirimu kedahapanku!", dan lagi-lagi terdengar suara Sama persis dengan apa yang dikatakan Dika, Dika jadi makin bingung dengan apa yang ia dengar saat itu, dan ayahnya hanya tersenyum melihat tingkah anaknya itu. 


Ayahnya pun menjelaskan kepada Dika bahwasanya itu adalah Gema yang memantulkan suara kita jika kita berteriak di Gunung, dan Dika pun makin bingung akan hal itu, "Kenapa suaraku dapat bergema diatas gunung ayah? " Tanya Dika Pada Ayahnya, " Karena Gema dapat terjadi di lereng-lereng gunung, jurang, atau di tempat-tempat yang letak dinding pantulnya berjauhan dengan sumber bunyi. Jika kita berteriak, tidak lama kemudian terjadi bunyi pantulannya. Pemantulan pada gema terjadi setelah bunyi selesai diucapkan" Jelas Ayahnya, "Oh Seperti Itu ternyata ya Yah" Jawab Dika. Perlahan, Dika pun mengerti bahwa itu hanyalah pantulan suaranya. Ayah dan Dika pun melanjutkan perjalanannya dan akhirnya tiba di rumah mereka.

Jamu dengan Segudang Khasiat

  By: Nasyri’ah Nur Aisyah    Apasih yang pertama kali terlintas dipikiran kalian setelah mendengar kata 'jamu'? Dalam Peraturan Men...