Tampilkan postingan dengan label Muhammad Alfauzi Arif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Alfauzi Arif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2020

Mine?

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif
   
      "Mama!!! "Triak Galdys Dari atas Kamarnya
"Apa sihh Glad triak triak,mama kn jadi Kaget!!"Ucap mama gladys dari bawah. Smbil memegang dadanya
"Ma, liat dress Glad nggk? Yang warna navy? " tnyaknya pada Cleopatra. Mama Galdys
"Hmm. Kayknya ada di sofa deh, tadi mama lipat. Coba deh cek di sofa"jawab Cleopatra sambil berjalan menuju sofa bersama Galdys 
"nah ini dapat, maksih mama" Ucap gladys smbil mencium pipi mamanya. 
Galdys berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Hari ini Dia akan pergi ke pesta ulang tahun teman. galdys berjalan ke arah meja tata rias untuk merias wajahnya dengan make up tipis. 
Tiba-tiba dari bawah terdengar suara mobil. Dan Galdys pun bergegas menuju ke bawah
"Udah lama Din?"tanyakx pada Andini
"baru juga smpai. Yaudah yuk berangkat yang lain udah nungguin." Ucapx smbil berpamitan pada Cleopatra 
"tante kita pamit yah" Pamit andini pada mama gladys 
"ma,pergi dlu yah dah"
"iya hati-hati yang jangan ngebut²"
"oky deh" ucapnya bersamaan sambil mengacukan jemponya.

   30 menit kemudian Mereka berdua sampai di gedung mewah. Mereka berdua turun dari mobil dan bergegas masuk. Tanpa sengaja Galdys merasa Ada benda keras yang menabrak Jidatnya. Lalu gladys mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya ketika yang ia tabrak adalah cwok yang sering Mengusik pikirannya
"Duh, Sorry² gw nggak sengaja"maaf Gladys pada _Dia_
"Hmm"
_Dihh dasar kulkas irit banget sih caranya bicara_ Gumamnya dalam hati
"udah² yuk Glad masuk yang lain dah nungguin" tarik Andini pada gladys untuk masuk
"Nggk, dia masuk bareng gw" ucap Geral dengan Cool
"idih, siapa lo nggk gw masuk sma andini yuk din masuk" Sinis gladys pada Geral
Tiba-tiba tangannya di tarik dluan oleh geral meninggalkan andini sendirian di luar sana
_Dasar cwok Kulkas_ triak Galdys dalam hati
Mereka berdua sampai di meja Yang telah disiapkan Galdys terpaksa duduk bersama geral dan teman geral. 
"Widihh pak bos bawa bidadari nih"ucap Dion teman geral smbil mengedupkan matanya
_Dasar Buaya_
"Dihh spa tu Ral? Pacar baru?" Goda Randi selaku teman geral juga
"Duhhh Dede emes cantik benar deh" Goda Refan yang mendapati tatapan tajam dari Galdys
Jangan tnykn andini dia Dari tadi kembali ke meja teman²nya
"Ral kalian berdua Pacaran?" Ucap Marvel Yang 11,12 dengan geral. Yang cool
"Hmm"
"Dihh ngomong yang bener dong pak bos" Celetus Refan sambil memakan Makananya
"Iya" ucapnya singkat

   Tiba² Gladys terbatuk mendengar ucapan lelaki aneh ini. Gldys masih Mencerna baik²ucapan cwok itu
"Dih, sejak kapan lo Jadi pacar gw? Nggk kita berdua nggk pacaran."ucap glady berusaha tenang
Nampak beberapa teman Geral yang menahan tawanya, hmm kecuali sihh Marvel yng sibuk dengan Hpnya
"Idihh si pak bos ngaku² blng pacaran ama dede emes tapi nyatanya tidak yahahahah!!! "Ucap refan Yang tak berhenti tertawa. Dan mendapati Tatapan tajam dari Geral.
"Whahaha!!! Dasar geral langsung mencap anak orang aje lo" Kini giliran Dion yang bicara smbil Tertawa
"Skarang lo Jadi milik Gw,nggk terima penolakan"Ucap geral serius dan nenatap Gladys 
Deg!! Jntung gladys bermaraton nihhh
"Dihh gila sih boss langsung gas" Tawa Mereka semua
_Dasar Cwok anehh. Huwaaa mamaa ank mu pengen pingsan_ Teriak Gladys dalam hati.

Minggu, 11 Oktober 2020

Luka

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif

    "Mamaaa!!!".teriak luka dari atas tangga.
"kenapa sih kak triak²,kakak mau apa". Tanya Berlin mama luka. 
"maa papa mana? Papa tadi janji mau ngajak luka jalan², luna capek ma tidur terus". Kesal luna yang sedari tadi merasa bosan di kamarnya bingung harus ngapain.semua orang sangat memanjakannya sehingga ia merasa risih.to kan luna udah gede bukan anak kecil lagi. Sudah berulang kali ia mengatakan hal seperti itu kepada kedua orang tuanya. 
" kakak, sabar yah papa masih dijalan. Emang kakak udah merasa lebih baik? Kakak kan baru saja keluar dari rumah sakit?". Kata mama luka. Karna jujur mama luka sangat khawatir dengan keadaan luka. Luka masih belum pulih dengan penyakitnya. Baru dua minggu lebih luka menjalani kemoterapi. Alhasil luka masih kelihatan sedikit pucat. 
"maa, luka tu sehat ma, luka pasti sembuh. Mama nggk usah khawatir deh ma".ucap luka malas. 
Tiba-tiba suara kalakson terdengar dari luar. Itu adalah suara kelakson mobil Farid papa Luka. Luka dan Berlin membuka pintu. 
"papa!! Kok papa lama sekali sih? Papa kan janji mau ngajak luka jalan"ngambek luka. 
"hahaa, anak papa nih udah gede masih saja bersifat kekanakan. Maaf ya sayang papa tadi banyak kerjaan. Jadi papa agak kemalaman dehh. Jangn marah yahh Princes papa yang cantik" farid mengusap kepala luka dan memeluknya dengan manja. Ia sangat takut jika suatu hari nanti ia tak bisa lagi memperlakukan putrinya seperti saat ini. Andai saja ia dapat menggantikan posisi luka. Pasti ia lebih memilih berada di posisi luka. Ia takut kalau luka bakalan meninggalkannya. 
"paa...papa kok nangis sih?". Tanya luka yang masih memeluk papanya
"papa nggak nangis kok sayang, papa hanya capek saja".jawab farid sambil melepas pelukannya.
"pa. Papa tau nggak, masa mama ngelarang luka jalan².kan luka juga capek di rumah terus. Mama kata berlin masih hafus istrahat. Mama tu nggk percaya kalo luka pasti akan sembuh. Iya kan pa?". Ngadu luka pada sang ayah sambil memanyunkan bibirnya. 
"udah, udah lebih baik papa mandi dlu trus kita makan. Kasian tu papanya bau". Kata berlin pada Luka. Lalu berlalu meninggalkan anak dan suaminya. 
"yau dah papa mandi dlu yah sayang trus itu kita makan baru kita jalan² sma mama. Oky? 
"oke pa, luka sayang papa". Ucap luka lalu mncium pipi farid
"papa kuga sayang luka. 


    Didalam kamar luka menahan salit di kepalanya. Ia sudah tak tahan lagi dengan penderitaannya. Ia lalu beranjak dari kasur dan mengambil obat yang ada di dalam laci meja. Lalu ia meraih segelas air yang ada di atas meja. Dan tiba-tiba tangan luka lemas dan alhasil gelas yang luka pegang jatuh. 
"Paaa maaa!!". Teriak luka dalam kamar sbil memengang kepalanya. 
"Lukaaaa... Kmu kenapa sayang". Tiba²pintu kamar terbuka menampilkan berlin dan farid. Farid langsung berlari menuju kasur putrinya.
"kakak, kakak kenapa. Pa ayo cepat bawa luka ke rumah sakit". Tangis berlin tak mampu lagi ia bemdung ia khawatir akan terjadi hal yang buruk dengan anaknya. Namun saat farid ingin menggendong luka. Luka menahan dan memilih untuk berbaring di kasurnya. Denga berat hati farid menggendong luka naik ke atas kasur. 
"Paa.. Mama luka udah nggk tahan lagi. Lu-luka capek ma pa. Luka mau pulang pamit aja. Bolehkn ma pa? Ka-kalo nanti luka pergi. Papa sama mama jangan nangis yah, luka nggk mau lihat papa sama mama sedih atas kepergian luka. Auu... Kepala luka udah sangat sakit.. Pa ma peluk luka untuk yang terakhir kalinya".Berlin dan farid menggelengkn kepalanya. Tidak, luka nggk boleh pergi, luka adalah putri satu² berlin dan farid. 
"syang, kamu nggk boleh bilang begitu. Kamu pasti sembuh, ayo kita ke rumah sakit nak." kata farid dengan suara yang bergetar 
"kak,  kakak nggk boleh bilang begitu kakak kan bilang kalo kakak pasti sembuh." Kata berlin sambil memeluk putri sulungnya dengan tangis yang bertambah
" papa peluk luka juga, papa nggk mau peluk luka untuk yang terakhir kalinya". 
Farid langsung menghamburkan badanya. Memeluk putrinya. Luka tak tahan lagi _papa,mama luka pamit yah_ ucap luka dalam hati. dan tanpa sadar luka melepas pelukannya secara tiba-tiba. Berlin dan Farid yang menyadari pelukan anaknya melonggar langsung mengguncang tubuh luka. 

    "Luka bangun sayang.... Luka. Luka dengar papa kan luka". Teriak farid di samping telinga putrinya.di sisi lain berlin tak henti hentinya menangis di pelukan putrinya. 
Anak yang selama ini ia rawat dan sayangi telah pergi menemui Tuhan. Tugas berlin dan Farid telah selesai, mereka masih tidak menyangka dengan kepergian luka. 
_kamu pasti sudah merasa tenang kan Sayang, kamu pasti tidak merasakan sakit lagi.kamu yang tenang yah disana. Papa sama mama sayang luka_ Gumam farid dalam hati. Lalu mencium tangan dan kening luka.

Jumat, 09 Oktober 2020

Pamit

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif


   _dret drrt_ handphone Dina tiba² Ia meraih handphonenya dan melirik nama yang tertera. Ternyata itu adalah panggilan dari Fauzi. Dina langsung menekan ikon hijau. 

   "_Din, ada yang mau gw omongin_ ".ucap Fauzi di balik layar handphone.
"Apa?"tanya dina
" _Gw capek_ " jawab Fauzi dengan santai
Tiba-tiba perasaan Dina Nggk enak. Ia merasa ada yang tidak beres. 
" Ca-capek? Maksudnya?" Tanya dina dengan terbata².ia masih memikirkan apa yang di katakan Fauzi. 
" _Iya Gw capek dengan hubungan ini. Gw mau kita break_ "Ucapnya dengan santai. Tanpa memikirkan gimana perasaan dina. 
" lah kok langsung tiba-tiba gini. Kemarin kita baik² aja lah kenapa lo langsung minta break? Gw ada Slh sma lo?" tangis dina tak dapat ia tahan lagi. Ia terisak dalam.ia tak habis pikir dengan ucapan Fauzi. 
" _lo Nggk ada salah cuman, saya capek aja. Maaf_ "
"Zi lo candakan?iya kan?" Suara dina  terdengar sangat parau. Sakit? Yah jelas sakit.hati Dina sakit. Skit dengan apa yang baru saja di Katakan oleh Fauzi. 
" _Nggk din, Gw nggk bercanda gw serius_ "

    Diam. Dina terdiam cukup lama. Menetralisirkan pikirannya. Dina menarik nafas dalam.
"Ok, kalo itu mau lo. Gw terima" Sdh tidak ada lagi yang bisa di perbaiki sekarang. Dina sudah terlanjur sakit.. 
" _Maaf_ " Hanya satu kata yang mampu Fauzi ucapkan.
" Setelah ini, anggap aja kita tidak pernah saling kenal. Oky?" ucap dina dengan lantang yang di temani suara isakan dalam. 
" Knp?  Jdi gini caranya, setelah kita mempunya hubungan spesial dengan orang lain. Langsung Nggk mau saling kenal? Gitu?" Kata Fauzi tenang
"Nggk gitu, cuman Gw nggk habis pikir aja,hubungan kita berakhir seperti ini. Lucu yah" kata Dina dengan tawa yang dibuat²
" _Yah sekali lagi Gw minta maaf_ "
" Gw nggk tau harus maafin lo ato Nggk. Atau mungkin tidak. Rasa yang lo kasih sangat Sakit, Tapi yah Gw trima... Makasih atas Bahagia, air mata, dan kecewa yang lo berikn." Ucap dina Final. Lalu mematikan sambung Telpon tanpa mendengar balasan Fauzi. 
Siapa yang tidak merasa sakit ketika orang yang kita sayang Memutuskan hubungan secara sepuhan. Tanpa ada alasan yang logis.... 
_Awal yang menarik, akhir yang Pahit_ Gumam Dina

Selasa, 29 September 2020

Pembodohan

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif

    Tak terasa hubungan ku dengan _Dia_ sudah menginjak 4 bulan. Hubungan kami Berjalan tidak baik baik saja. Kadang Dia _care_ kadang juga Bodoh amat. Tapi aku tetap bertahan dengan sifatnya itu dan juga sudah terbiasa. Tiba-tiba ponsel ku berdering. Drett-drett!!!. Aku meraih ponsel yang ada di saku Rok ku. Dan melihat Nama yang tertera di atasnya. 
"Halo,ada apa kamu Telpon aku, tumben amat?"Tanya ku pada orang tersebut. 
"Ya ellah Rah, Nggk boleh apa klo aku telpon kamu? Kan Skli²"Jawabnya dengan santai. 
"Udah, langsung  _To the poin_ ajah. Nggk usah bacot"Ucap Sarah Dengan kesal. 
"gini lo Rah kn besok aku ada lomba kamu datang yahh".kata Reni pada Sahabtnya itu. 
"liat bsok Yah Ren. Karna bsok aku juga ada kepentingan. 
"kepentingan apa Sih Rah? Asraf? Ngapain sihh lo mau aja jadi babu Asraf. Yang jelas dia tu hanya baik jika ada maunya doang." Kesal Reni pada sahabat satunya ini. Sudah sering disakiti namun Masi aja mau di baik²in entah terbuat dari apa hati Sarah ini.
"Hmm, ok Klo nggk ada yang di bicarakan lagi aku tutup." Ucapnya

    Aku memang sudah kenal Asraf lama. Betul yang dikatakan Reni asraf memng baik kepada ku jika ada maunya doang. Dan jika tidak iya kembali memojokan sarah layaknya seorang babu...tapi aku tetap diam dan sabar karna aku bukan tipe cewek yang suka berdebat. Dan aku lebih baik mengalah jika hubungan kami bermasalah. Yahh meskipun dia salah aku yang tetap minta maaf,guna memperbaik hubungan kami. Aku sayang dia tapi aku nggak tau dia sayang aku atau tidak.yang jelas aku berjuang untuk dia. Dihargai atau tidak itu urusannya.  Skip Skip!!
Sesampai ku di rumah aku langsung berlari menuju kamarku. Aku membanting pintu dengan keras. Kejadian beberapa jam yang lalu terus terngiang di kepalaku. 
Flassback
Tak sengaja mataku tertuju pada orang yang sangat familiar. Yahh itu asraf. Tapi siapa perempuan di sampingnya itu?mereka sangat dekat bahkan terlalu. Aku berjalan menghampirinya dan menyapanya. 
"Asraf?" tanyaku
"Kenapa?ngapain lo kesini"jawabnya Dengan santai. Seakan akan tak merasa bersalah
"Siapa Perempuan yang ada di dekat kamu?"Tanyaku  dengan bibir bergetar. 
"dia Naila, pacar gw, knp?"Tanyanya sambil memeluk pinggang naila posesif. 
"Ta tapi kan alu pacar kamu.kamu kok tega sih Raf? Salah aku tu apa sma kamu. Sampai²kamu kek gini ke aku.?" bentak Ku dengan suara bergetar. 
"lo nggk ada salah kok cuman gw bosan aja sma lo. Lo tuh bego yah Rah mau aja gw manfaatin. Hahaha"Tawa Asrah dengan remeh. 
"Ok mulai sekarang kita putus". Ucapku. Sedikit membentak
"Ok"

    Flessback off
Aku sungguh tak percaya orang yang begitu aku sayangi. Tega menusuk ku dari belakang. Kurang baik apa lagi aku sama dia. Aku sudah turutin semua kemauannya.tapi apa yang ku dapatkan? Sebuah penghianatan yang sangat sakit. Aku memng bodoh. Sangat bodoh .sampai sini aku paham. Kita tidak seharusnya terlalu mencintai seseorang terlalu dalam. Karna pada dasarnya akan ada yang namanya perpisahan.

Minggu, 20 September 2020

Penantian

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 

    Malam semakin larut entah kenapa pikiran ku begitu kosong. Aku memandang Langit kamarku dengan tatapan kosong. Tiba²Ponsel ku berdering _drett drett_. Aku melihat nama yang tertera di ponselku itu. Dahi ku berkerut. Bingung? Yah jelas bingung knp _Dia_ menelpon ku malam malam gini. Tanpa basa basi aku mengangkatnya.  "Halo" Ucap ku
" _Halo Din Gw mau ngomong sesuatu sma lo?Boleh?_ " Tanya Dia dari balik ponsel itu
"Emang kamu mau ngomong apa? Jawab ku
" _apa lo masih memilik perasaan sama gw?_ " Tanya Dia yang sedikit lantang.     _Deg_ aku terdiam begitu lama. Jantung ku kembali berdetak tidak normal. Knp dia bertanya seperti itu. Kata ku dalam hati
"Ke kenapa tiba²kamu ngomong Kyk Gitu Rendi"Tanya ku dengan was²
" _Gw cmn mau nanyak aja. Apa lo masih memiliki perasaan ke gw?_" tanya dia sekali lagi
"ee-mang harus aku jawab? "ucap ku dengan bibir bergetar.
" _Yah_ "

     Aku kembali diam. Aku kembali bergelut dengan pikiranku sendiri. Entah apa yang harus aku katakan ke Rendi. Jujur saja,aku memng masih menyimpan perasaan ku ke dia tapi apa aku harus memberi jawaban itu ke dia? Ok keputusanku sdh bulat mungkin aku harus memberi tahunya. 
" Yhh aku memang masi memyimpan perasaan ke kamu. Aku tau ini salah. Tapi perasaan tidak bisa di bohongi. Tapi tenang aja aku akan buang pesaraan itu jauh²." ucapku panjang lebar dan tegas.
" _lo nggk perlu buang jauh²perasaan lo Din, karna gw juga masih memiliki perasaan ke lo. Dan gw mau kita Back pliss kasih aku kesempatan buat perbaiki semuanya. Aku mau belajar serius Din. Aku mau mulai hubungan dari nol. Dan itu akan gw mulai dari lo_ " Tegas Rendi. 
"Aku nggk tau Ren apa aku harus trima atau tidak.tapi aku nggk bisa bohongi hati aku.entah aku harus bahagia atau sedih. Tapi aku akan coba trima kamu kembali. Tapi dengan syarat. Kamu pegang omongan kamu sendiri. Ini kesempatan terakhir buat kamu. tolong kamu jaga kepercayaan aku baik²" Kata aku panjang lebar. 
" _Gw janji din gw akan pegang omongan gw sendiri. Makasih lo masih ngasih gw kesempatan kedua_. " Ucapnya dengan nada yang begitu serius. 
"Hmmm"

     Sekali lagi tuhan berpihak ke aku. Dunia memng sempit. Orang yang dlu aku benci dan seiring berjalan waktu benci itu berubah menjadi cinta. Lalu kami memiliki hubungan namun kandas di tengah jalan dan kami kembali lgi dalam aura yang begitu aneh. Tpi jika suatu hari nanti dia tidak di takdirkan untuk ku,setidaknya aku pernah berjuang. 
Makasih Tuhan.

Rabu, 16 September 2020

Mundur

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 
 
      Di tengah dinginnya malam seorang gadis tengah merenung dibalkon kamarnya entah apa yang ia pikirkan. Gadis itu terlihat sangat kacau,matanya yang sembab dan hidungnya terlihat begitu merah. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Shafa hanya butuh sandaran kali ini. Ia sangat rapu,dan rapuh. 

    Tiba²pintu kamar Shafa menampilkan sosok orang yang sangat berharga baginya. Ia adalah Citra,Ibu Shafa. Setiap shafa punya masalah, ibunya lah yang selalu menenangkannya. Hanya dia yang tau perasaannya saat ini. 
"Nak, Shafa jangan nangis lagi yahh, ibu tidak tega melihat keadaan shafa sekarang"Ucap Citra sambil mengelus punggung anknya. 
"hiks-hiks S-h-afa ngg-ak bisa ten-ang bu"Jawabnya disertai isakan tangis
"ibu tau kamu ank kuat, ibu nggak mau kamu kek gini nak, mana shafa yang ibu kenal kuat, ceria dan, selalu tersenyum? Mana"Tanya citra yang ikut menangis melihat keadaan ankx. 
"bu apa yang harus shafa lakukan sekarang. Melepas atau trus mempertahankan Reygan bu".tanya smbil memeluk ibundax
"Kalau memang shafa merasa sudah tidak dihargai lagi lebih baik kamu melepaskannya nak. Mungkin benar melepaskan Tidak semudah itu tpi buat apa hubungan di pertahan kan jika ada salah satunya sdh merasa bosan nak. Apa kamu mau pertahankan hubungan yang tidak di dasari dengan cinta? Yh mungkin kamu cinta sma reygan tpi dia sudah tidak." ucap citra meyakini putri semata wayangnya. 


    Yah memang benar buat apa cinta di pertahankan jika hanya ada satu orang yabg berjuang? Memilih bertahan tapi sakit atau melepas meski tak rela? Semua takdir telah di tentukan sama sang pencipta...
Kali ini keputusan shafa sudah bulat. Ia lebih baik memilih mundur dari pada bertahan namun sakit. 
" _Yhh Aku memilih mengalah dari pada harus bertahan dengan keadaan Sakit_."Ucap Shafa dalam hati.

Minggu, 06 September 2020

Dingin

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 

Semenjak ke Jadian Dimana hari itu hubungan Dania dengan Alfa,berakhir Dania berubah menjadi sosok dingin dan tak tersentuh. Ia lebih memilih diam seribu bahasa. Dan enggan untuk mengenal orang baru,dan membuka hati ke pria Mana pun. Bahkan Dara sudah berapa kali membarinnya nasihat agar ia bisa kembali ceria seperti sedia kala. 

"Dania ke kantin yuk lapar nih"Ucap Dara Smbil memegang perutnya. 
"Malas"Jawab Dania Dingin. 
"Yaelah Dan lo masih mikirin Alfa. Yang hanya datang Disaat dia kesepian.? Udahlah. Dan dia tuhh hanya beraninya sama Cwek doang"Kesal Dara 
"Nggk mikirin dia"Jawabnya singkat
"Ck!! Udah deh Mnding ke kantin ah dari pada urusun dia, ayolah Dania yang cantik" bujuk Dara dengan menampilkan jurus terbaiknya yaitu mengeluarkan. _Puppy easnya_
"Iyiy bacot loh"jawabnya dengan ketus. 
Sesampainya mereka berdua di kantin ia langsung memilih duduk di pojok kantin. Tidak lupa Dara langsung pergi untuk memesan makanan buat mereka.selang beberapa menit Dara membawa sebuah nampan yang berisi makanan.. Dan mereka berdua lanjut dengan menyantapnya dengan hikmat. 

Tiba²Tak ada angin tak ada hujan Alfa langsung datang di depan meja dara Dan Dania tanpa di perintah Alfa  lngsung mendudukan dirinya di smping Dania. Dania yang merasa rusuh dengan kehadiran alfa sontak langsung berdiri. 
"Ehh mau kemana? "Tanya Alfa Smbil memegang lengan Dania. 
"bukan urusan lo? Jawabnya dengan dingin namun menekan beberapa kata.. 
"gw minta maaf Gw mau kita balikan Dan" ucapnya dengan sedikit memaksa
"Ck!! Balikan? Jngn mimpi Gw balikan sma lo, setelah apa yang lo perbuat ke gw lo mau kita balikan?hhh Mimpi lo!!?" teriaknya di depan muka Alfa.
"Gw mau itu dan Gw nggk mau Trima penolakn".
" _Crazy_!!! Ucapnya dengan tatapan tajam ke arah alfa,dan  menarik lengan dara lalu berlalu meninggalkan Alfa sendiri

Minggu, 30 Agustus 2020

Melepaskan

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 
  
    Angin malam berembus dengan santay membiarkan kerinduan berlalu begitu saja. 
Bisingan jangkrik terdengar diantara semak belukar. Disini lah Dara sekarang, duduk di balkon kamarnya merenung entah apa yang ia pikirkan. Ia memikirkan sosok yang pernah menjadi bagian dari hidupnya. Yang memutuskan untuk pergi hanya karna bosan dengan dirinya. Dara takhabis pikir mengapa lelaki itu lebih memilih untuk memutuskannya sedangkan Dara sudah terlanjur cinta ke dia.

   Tiba-tiba pintu kamar dara terbuka menampilkan sosok yang selalu mendengar isi curhatan hatinya. Yah, dia adalah Sesil teman masa kecil Dara dia selalu ada saat dara lagi terpuruk, dia selalu memberi nasihat ke dara ketika Dara membutuhkannya.  Dara sudah menganggap Sesil sebagai saudara perempuannya

     "Sudahlah Ra Lo nggak usah mikirin lelaki fuckboy ke Arif dia tu nggk cocok sama lo yang lembut."Ucap sesil dengan tegas. "Gimana Gw nggk mikirin dia coba, dia tu orang yang pertama berani masuk ke hati gw Sil, gw hanya nggk nyangka aja kenapa Arif lebih memilih dia dibanding gw. Gw yang selama ini ada untuk dia, tapi apa?dia malah memilih Syahwa dibanding gw. Gw selalu sabar hadapin sikap cueknya ke gw tpi apa takdir nggak berpihak ke gw Sil."Tangis Dara pecah ketika mengingat kenangannya bersama Arif. "udah Ra sudah cukup lo tangisin lelaki brengsek itu.masih banyak cwok diluar sna,lo nggk usah mikirin dia oky"?Kata Sesil sambil memeluk tubuh mungil Dara. "udah cukup lo hancurin hidup sahabat Gw Rif Gw nggak bakal maafin lo.sampai kapan pun lo nggak akan pernah nemuin orang yang kek Dara. Lo akan nyesel suatu saat nanti."Batin Sesil

Minggu, 23 Agustus 2020

Unik

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 

      Dibawah pohon rindang seorang gadis tengah berehat,dan menikmati angin yang meniup Wajahnya pelan yang membuat. rambut gadis itu berantakan namun tak mengurangi kadar kecantiknnya. 
Yah dia Vella gadis yang mempunyai paras cantik, hidung mancung,bibir mungil dan bulu mata yang lentik membuat gadis itu menjadi incaran di luar sna. Namun ada yang mengganjal di pikiran Vella.Ia memikiran seseorang yang baru pertama Ia kali iya lihat. Mungkin gadis itu sedang jatuh cinta:)
      "Arght!!!  Kenapa aku jadi mikirin cwok itu sihh, cwok yang nghk ada tanggung jawabnya sma skli ." gelang Vella yang baru sadar dari lamunannya. Cwok itu sudah berani² Mengganggu pikiran Vella. Yah bara mungkin bisa di bilng cwok itu termasuk _Most wanted_ Di sklhnya. Cwok yang sering di juluki _Princes ice_  Karena sifatnya yang dingin,cool dan cuek ke semua orang. Namun ia juga memikirkan seorang gadis Yang baru saja ia temui sekitar 1 jam yang lalu. Yah benar dia Vella gadis yang ia tabrak di koridor skolah. Tanpa di sangka Bara bertemu lagi dengan Vella. Ini adalah takdir yang menyenakan bagi mereka. 
"Ehh  nga-ngapain lo di sini?"ucap Vella dengan terbata² 
"Perkenalkan Nama gw Bara Aldevaro"ucap Bara datar. 
"Gu-gw Vella Antasia"ucap dengan terbata²
"Oky, Skrang lo jadi milik Gw dan tidak ada penolakan"Ucap Bara dingin. 
Tiba²Sekujur tubuh vella menegang jantungnya skarang sedang bermaraton.
"Ke-kenapa Lo jadi ngeklaim gw gitu aja? Kita ajah baru kenal berapa jam yang lalu"Ucap Vella sedikit Gugup. Entah apa yang hafus ia katakn saat ini. 
"Tidak Ada penolakn! "Tegas bara. 
"Oky Gw terima, dengan satu syarat? " senyum vella Pnuh kemenangan
"Apa? "
"Lo harus Bisa Mengubah sikap mu yang dingin terhadap gw" kata vella Dengan senyumannya
"Oky"
      Tanpa terlintas sedikit di pikiran Vella,ternya takdir begitu unik. Ia dipertemukan dengan Lelaki Dingin dan cuek. Namun ia bersyukur bisa menjadi milik Seorang Bara Aldevaro

Minggu, 16 Agustus 2020

Usai

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 

       Sudah hampir 1 pekan Yukari Merenung di Di kamar,tanpa ingin keluar dari ruangan tersebut. Iya merasa tidak berguna menjadi Kekasih Denata, bahkan iya tak tahu sama sekali penyakit yang di derita kekasihnyaitu. Yah, Denata menderita penyakit Leukimia, dimana  Leukemia adalah kanker jaringan pembentuk darah, termasuk tulang sumsum. Denata bahkan tidak pernah menceritakan penyakitnya ke siapa² Terutama Yukari. Karena Denata termasuk sosok yang tidak terbuka ke siapa pun. Bahkan  Denata  berpesan kepada ibunya bahwa Jangn sampai Yukari atau yang lainnya tahu tentang penyakitnya ini. 

      "Yukari, Teman Mu datang untuk menjenguk Mu, tolong keluar lah sebentar nak,"Kata Ibu Yukari di balik pintu. Yukari berjalan menuju pintu kamarnya. Perlahan iya membuka pintu kamar dan muncul lah ke 2 sahabatnya yaitu. Aksa dan Devan.
"Ri, sudahlah Smpai kapan kau seperti ini Ari, iklaskn Denata dia udah tenang di alam sana. "Ucap Aksa smbil mengusap punggung Yukari. "Enggak, Denata masih hidup, dia pasti hanya menghindar dari aku aksa."ucap Yukari sambil menggelengkan kepalanya. Devan yang sudah muak melihat tingkah sahabtnya ini lngsung Menanpar Yukari.  ```PLAKK!!!```. "Cukup Yukari, Denata nggk bakalan tenang kalau kamu seperti ini, iklaskn dia" tegas Devan dengan Rahang yng mengeras. Hening, seketika kamar Yukari hening tanpa ada yang bersuara. 

    Lagi-lagi  Yukari diam, Perlahan tapi pasti yukari sudah mulai tenang. Ia bahkan mulai merasa bahwa iya harus merelakan Gadisnya. "Denata, kamu yang tenang di atas sana yah. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan mu.  ```I will continue to love you, today,tomorrowa,&  forever.  I make sure I will miss you``` ."Batin Yukari. 

                               *Tamat*

Minggu, 09 Agustus 2020

Hai Sunyi

Nama: Muhammad Alfauzi Arif
Kelas: X MIPA 2


   Selamat datang di dunia . Di mana orang orang hanya memandang sebelah mata tanpa melihat luas semua perjuangan. Di mana orang orang beranggapan kita tidak bisa bahkan tidak mampu. Di mana keadaan menjadi singgungan paling penting saat kita sedang beradaptasi namun di acuhkan . Selamat datang di dunia fana. Abu abu tanpa warna dan motif. Aku sering beranggapan bahwa orang hanya melihat ku dari segi di mana aku berbuat baik tapi tak berarti apa apa. Semuanya terasa percuma, kacau dan ah sudahlah. Manusia memang seperti itu , hanya aura  negatif yg di muncul kan di otak nya . Tapi aku masih bisa memaklumi karna semua orang mempunyai penilaian dan pemikiran masing2.

   Aku suka sekali dengan kesendirian. Semenjak orang selalu menghindar dengan alasan yang tidak masuk akal aku selalu mencari suasana yang nyaman dan bisa lah di ajak bersahabat. Sunyi , senyap dan sepi. Bukan sapi yah hahahah.  Saat semuanya telah jenuh dengan keadaan sunyi selalu bertanya padaku. " Bagaimana hari mu? Apakah terlalu keras tamparannya? Ataukah kau sedang baik baik saja?" Angan ku berputar pada pertanyaan nya.  Sunyi selalu saja bisa menebak apa yg ku rasakan. Tapi aku menjawabnya dengan senyuman dengan isyarat aku baik baik saja dan bisa menangani nya. 

   Sudah sudah tak perlu marah. Padamkan dulu amarah mu, segarkan pikiran mu, istirahatkan jiwamu yang di kotori omongan mereka. Kamu terlalu terburu-buru lelah, kamu terlalu terburu-buru pasrah. Hatimu berkata tujuan mu lain. Fikiranmu berbicara egomu menunda. Raga mu  yang tak selalu kuat pun kau paksa. Kau selalu hebat dalam berkata "aku baik baik saja"
Ucapan SUNYI

Jamu dengan Segudang Khasiat

  By: Nasyri’ah Nur Aisyah    Apasih yang pertama kali terlintas dipikiran kalian setelah mendengar kata 'jamu'? Dalam Peraturan Men...