Tampilkan postingan dengan label Dwi wahyuni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dwi wahyuni. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2020

Middle Child

     Ternyata mempunyai kakak dan adik itu tak semenyenangkan yang kalian bayangkan. Mempunyai kakak dan adik itu sangatlah susah, karena kasih sayang mereka hanyalah untuk kakak dan adek, sedangkan aku??? aku hanya mendapat kasih sayang mereka setengah saja. Miris??? memang itulah yang aku alami. Maka dari itu aku inginlah pergi dari sini tetapi aku masih menyayangi nyawa dan kedua orang tuaku. Karena itu aku tetap bertahan sampai saat ini.
     "Pa... aku ingin makan Gery Malkis Tabur kelapa." rengek adik ku manja kepada papa. "Nanti kita pergi tokoh beli ya" kata papa membujuk. "Okehh" kata adikku. Pada jam 16:00 adzan sholat asar berkumandang, pergilah kita ke masjid untuk sholat asar secara berjamaah. Setelah pulang dari masjid papa pun memanggil adikku untuk mengantarnya ke toko untuk membeli Gerry Malkis Tabur Kelapa. "Sisi sini kita ke toko untuk beli anu mu itu." kata papa. "Yesssss" kata adikku sambil lompat-lompat. "Pa titip beli Buahvita ya." kataku kepada papaku. "Aduhh gimana sih kamu kan papa udah kasi kan kamu uang jajan, pergi aja sendiri beli." seketika hatiku hancur mendengarkan perkataan papaku. "Yaa udah nggak usah pa." kataku dengan suara serak menahan tangis. "Pa..titip beli biskuit ya pa." kata kakakku. "Okeh" balas papaku.
     Aku pun sudah tak bisa menahan air mata ku lagi. Air mata itu akan tumpah, sebelum tumpah aku pun berlari ke dalam kamar untuk menumpahkan semua air mataku. Sakit banget hatiku karena kejadian tadi. "Mengapa sih papa itu tidak mau membelikan ku buah vita?? Apakah papa udah tidak menyayangiku lagi??? Atau kah aku hanya anak yang di dapat di kolong jembatan???" pertanyaan itu memenuhi kepalaku sambil menangis sesegukan. Hingga akhirnya aku pun terlelap karena udah capek menangis dan mataku terasa berat untuk di buka. Begitalah yang selalu ku alami, ada perbedaan kasih sayang yang di berikan kepada kedua orang tuaku. Mereka lebih menyayangi adik dan kakakku di bandingkan aku.
Cilellang, 16 Agustus 2020

Kamis, 17 September 2020

KEDAPATAN

Hari ini adalah hari Selasa di mana kelasku belajar mata pelajaran PJOK di jam terakhir. Kring....kring... suara bel istirahat pun berbunyi dan seluruh siswa-siswi Smp 3 berhamburan keluar kelas masing-masing, ada yang menuju kantin, perpustakaan, dan lain-lain. "Guys ke asrama yuk,, pergi ganti baju."kataku sambil merapikan buku pelajaran. Karna kelas ku akan belajar PJOK. "Yuk.." kata temanku.
Sesampainya di depan asrama "yah...asramanya di kunci,, bagaimana dong:v" kata ku dengan lesu. "Astaga bajuku ada di dalam" kata temanku. "Lewat Webel mi be masuk,, dari pada na marahi ki nanti bapak" kata temanku mengusulkan pendapat. "Ayo mi pale teman-teman". Akhirnya kita pun masuk ke asrama lewat Webel.
Setelah ganti baju seragam sekolah dengan baju olahraga kita pun ke kantin untuk mengisi perut sebelum berolahraga.
Setelah kami ke kantin kami pun ke lapangan untuk berolahraga tetapi tiba-tiba dua orang teman kami berlarian dari arah asrama dan pak satpam juga ada di belakannya. "Temanya ke dapatan ka sama Sinta memanjat Webel sama pak satpam,, bagaimana mi ini" kata satu temanku dengan panik "baru to na suru ka juga tulis nama-nama yang sudah manjat Webel." sambungnya. "biarmi sama-sama mki tanggung i ka kan sudah semua ki juga manjat Webel." kata kami semua menenangkan. Akhirnya setelah nama kami tertulis semua.
Cilellang, 09 Agustus 2020.

Minggu, 09 Agustus 2020

Gara-gara Ketua Kelas

          
          
          
Oleh: Dwi Wahyuni

            Hari ini adalah hari senin di mana seluruh sekolah dari Sekolah dasar sampai sekolah menengah ke atas melaksanakan kegiatan yang tidak di sukai oleh sebagian siswa-siswi yaitu upacara bendera yang di laksanakan di tengah lapangan terbuka sambil di sinari oleh matahari yang cerah. Ya itulah yang kami sedang lakukan berbaris dengan rapih di tengah lapangan sambil hormat kepada bendera merah putih, setelah itu di lanjutkan dengan amanat yang di sampaikan oleh pembina upacara hingga upacara bendera berakhir. Jam telah menunjukkan puku 08:00 di mana upacara bendera telah berhenti dan di lanjutkan dengan kegiatan belajar-mengajar di kelas.
         "Seluruhnya duduk siap grak.." suara tegas dari ketua kelas yang memberi aba-aba. "Memberi salam kepada bapak guru" lanjutnya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata kami bersamaan. "Sebelum memulai pelajaran marilah kita berdoa bersama-sama, berdoa di mulai" kata ketua kelas dan kmi pun semua berdoa di dalam hati masing-masing. "Berdoa selesai" katanya pula. Setelah itu suasana kelas pun menjadi riuh seperti pasar, sebelum guru yang mengajar menyebut satu persatu nama kami untuk di absen, "Baiklah anak-anak buka buku Matematika kalian halaman 110, kita akan mempelajari tentang Perbandingan" kata bapak guru memberikan arahan pada anak muridnya. Seletah itu kami pun serempak membuka buku halaman 110 yang di perintahkan oleh bapak guru.
       Tiba-tiba suasana kelas menjadi hening dan love it when you call me seƱorita
I wish I could pretend I didn't need ya
But every touch is oh la la la
It's true la la la

Oooh I should be running
Oooh you keep me coming for ya.. Lagu tersebut terputar dari salah satu handphone siswa dan ternyata handphone tersebut punya ketua kelas. "Baiklah anak-anak simpan bukunya dan susun mejanya, silahkan naikkan kertas selembar kalian akan ulangan harian." kata bapak guru dengan ekspresi yang sulit di tebak. "Bapak tinggal dulu sebentar" katanya sambil berjalan ke luar kelas. Kami pun melakukan apa yang diperintahkan oleh bapak guru dengan sangat terpaksa. Semenjak kejadian tersebut, di pelajaran matematika meja dan kursi akan tersusun seperti pada saat ulangan dan tidak ada yang namanya duduk berkelompok lagi. Kejadian ini di sebabkan oleh ketua kelas yang sangat ceroboh. "Ini semua gara-gara ketua kelas" kata kami satu kelas dengan sangat pelan tetapi penuh dengan amarah.

Cilellang, 09 Agustus 2020
                                                           

Minggu, 02 Agustus 2020

first day at the dorm

     Hari ini adalah hari di mana aku akan berpisah kepada ke dua orang tuaku untuk menimba ilmu. Di sinilah aku sekarang, di sebuah lingkungan sekolah yang sangat luas dan terdapat beberapa bangunan yang besar dan kokoh yang di tempati siswa siswi untuk menuntut ilmu,, dan ada juga bangunan yang di gunakan siswa siswi untuk tinggal dan berteduh dari sinar matahari, hujan dan petir. Ya,, aku berada di Asrama,, bangunan yang terdiri dari beberapa kamar yang  ber cat putih.
     "Ma... aku nggak mau tinggal di sini, ma.." kataku sambil menahan isakanku. Tanpa di suruh air mataku langsung jatuh dan isakan ku mulai terdengar "hiks..hiks.. Ma.. Aku nggak mau ma.. Hiks..hiks.." "maa aku ingin pulang" aku pun langsung memeluk mamaku dan menangis di dalam pelukannya. "Sayang,,, semoga kamu betah ya.. Dan ingat jangan nakal-nakal di sini ya" kata mama membujuk ku dan menenangkan ku.
     "Allahu akbar.. Allahu akbar.." suara muadzin mengumandankan adzan terdengar. " seluruh siswa siswi baru,, di harapkan segera ke musholah untuk menunaikan ibadah sholat magrib secarah berjamaah." kata bapak guru setelah di kumandankan adzan magrib. Siswa siswi baru pun segera ke musholah untuk menunaikan ibadah sholat magrib secara berjamaah di lanjutkan dengan tausiah yang di sampaikan oleh ustad yang bertugas.
                                   Cilellang, 02 Agustus 2020
                                              Nama : Dwi Wahyuni

Jumat, 24 Juli 2020

Benag Merah


Hai perkenalkan namaku Natasha Aurelia Wiliam,, teman-temanku biasa memanggilku dengan sebutan Natasha. Aku berasal dari keluarga Wiliam,, kalian tahulah siapa keluarga Wilia itu  yah,, keluarga terkaya no 2 di dunia. Aku memiliki perpaduan antara darah Indonesia dan Jerman.  Dadyku  yaitu Johanes Wiliam seorang warga asli Jerman , sedangkan Momyku yaitu Mutiara Wiliam seorang warga asli Indonesia. Aku anak sematawang dari kedua orang tuaku. Aku memiliki 2 sahabat yang bernama Bulan Purnama dan Putri Senja.
Perkenalkan namaku James Raid. Teman-temanku biasa memanggilku James. Aku berasal dari Keluarga terpandang dan terkaya no1 di dunia. Papaku bernama George Raid seorang asli Inggris. Bundaku bernama Permatasari Raid seorang asli Indonesia. Aku memiliki 2 orang sahabat yang seperti seorang saudara ku sendiri yang bernama Dimas Angkasa dan Gerhan Saputra. 
     "Asha....asha...bangun sayang" suara momy membangunkan ku. "Bentar lagi mom,, 5 menit lagi ya aku akan bangun" jawabku dengan mata masih tertutup. "Aduh sayang bangun... inikan udah mau jam 06:30 nanti lambat loh sayang pergi sekolahnya" kata momy sambil menarik-narik selimut yang aku pakai. "Apa... udah jam 06:30,,,, momy kok enggak bangunin aku sih" kataku sambil berlari menuju kamar mandi untuk melakukan ritual pagi ku. "Kan dari tadi momy bangunkan kamu Asha kamu sih yang nggak mau bangun" kata momy sambil melangkah keluar kamarku menuju ke ruang makan. "Pagi Momy.. Pagi Dady." kataku sambil mencium pipi dady dan momyku. "Pagi.. Sayang" jawab mereka serempak. "Asha berangkat bareng dady kan? kan pak joko lagi pulang kampung".  "Maaf ya sayang dady nggak bisa soalnya dady mau ke luar kota selama tiga hari. Kamu bisa mengerti kan sayang?" "It's ok dad,, hati-hati di jalannya dad dan disana dady harus jaga kesehatan."  "Okey.. Princess,, thanks". "Baiklah Asha berangkat dulu ya.. Dahh momy dahh dady" pamitku kepada orang tuaku sambil mencium tangan mereka.
     Aku pun berjalan ke depan untuk mencari taksi
"Pak bisa cepetan dikit nggak pak?? soalnya aku udah mau masuk nih pak.. takut telat soalnya" kata ku ke supir taksi. "Baiklah neng" jawab supir taksi tersebut. "Nih pak uangnya" kataku sambil memberikan 2 lembar uang berwarna merah "sisanya ambil aja pak" lanjut ku sambil berlari-lari kecil ke depan gerbang sekolah,, dan tiba-tiba Byur percika genangan air mengenai seragam sekolah Asha.
"Hei.. turun nggak" teriak Asha kepada pengemudi mobil dan keluarlah seorang pria dengan seragam yang sama di gunakan Asha. 
"Hah lho lagi lho lagi" teriak Asha di kepada pria tersebut "Kenapa sih James kamu nggak bisa membuat hidupku tenang setip bertemu kamu pasti aku sial dan sekarang lihat lah seragamku kotor dan itu semua karena kamu." kata Asha melanjutkan kata-katanya yang sempat terjeda tadi. "Heh boca udah jangan marah marah terus nih ambil bersihkan seragammu kembali" kata James sambil menyodorkan sapu tangan miliknya. 
      Kring.... Kring.... Suara bel memberhentikan perdebatan mereka.
"Ini semua gara-gara elo,, coba aja kamu nggak mencipratkan genangan air tadi pasti kita tidak akan di hukum." kata Asha sambil mengepel lantai toilet. "Eh...ini semua juga gara-gara elo,, coba aja elo nggak marah-marah tadi pasti kita nggak bakal di hukum kayak gini." kata James tak mau kalah dari Asha. Saat Asha ingin melawan perkataan James tiba tiba guru yang menghukum mereka berdua datang. "Nggak usah saling menyalahkan. Cepat kerjakan hukuman kalian setelah itu pergi ke kelas masing-masing" kata bu Kirana sambil berjalan ke arah mereka berdua "baik bu.." kata Asha dan James bersamaan.
Di Kediaman Wiliam
"Hellow.. Princess yang cantik sejagat raya pulang dari sekolah dengan selamat sentausa." "Aduh sayang jangan teriak-teriak dong inikan bukan hutan" marah momy kepada putri semata wayang nya. "Hehe momy.. Maaf" kata Asha sambil menunjukkan deretan gigi putihnya. "Ya.. Iya momy maafkan cepat sana mandi dan jangan lupa turun untuk makan siang" kata momy sambil berjalan menuju dapur. "Sipp momy" kata Asha sambil berjalan menaiki tangga menuju ku kamarnya.
"Ehh dady kok ada di sini katanya mau ke luar kota beberapa hari." tanya Asha kepada Johan yang sedang duduk di tempatnya. "Ayo sini princess dady mau bicarakan sesuatu sama princess" kata dady. 
     Di ruang keluarga 
"Princess sini deh dady ingin berbicara sesuatu kepada princess" kata dedy sambil menepuk-nepuk kursi sampingnya "bicara tentang apa dady kok serius banget ya." "Dady sama momy berencana mau menjodohkan kamu dengan anak teman dady kamu mau nggak?" tanya dady kepadaku. "APA.. Di jodohkan" teriak Asha karena kaget. "Iya sayang apa kamu mau" kini momy yang bertanya kepadaku. "Baiklah jika itu membuat dady dan momy bahagia" kata ku sambil tersenyum. "Baiklah sayang nanti malam calon suamimu akan datang untuk menemui mu." kata momy 
Malam hari di kediaman Wiliam
Ting tong.. Suara bel rumah Asha berbunyi "Wah.. Pasti ini calon suamimu sayang" kata momy menggodaku "sebentar ya momy bukain pintu dulu" momy pun beranjak ke pintu utama. "Hai jeng tambah cantik aja kamu jeng,, mari masuk" kata momy ke calon ibu mertuaku. "Bisa aja kamu jeng" kata calon ibu mertuaku. "Mari duduk saya ambilkan minuman dulu di belakan ya" kata Momy sambil berjalan menuju dapur. "Hai.. Geo apa kabar" kata dady sambil bersalaman dengan om Geo. "Baik Johan kamu sendiri bagaimana?" jawab om Geo. "Alhamdulilah baik ko Geo" kata dady. "Baiklah jika semua ada di sini saya akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting yaitu perjodohan antara Natasha dan James" kata dady dengan suara yang lantang "APA.." teriakku bersama dengan James "Bagaimana apakah kalian setuju" kini giliran om Geo bertanya "Emm aku setuju aja kalau Ashasya setuju juga" jawab James dengan santai nya. "Bagaimna sayang apa kamu menyetujui perjodohan ini?" tanya bunda James "Emm aku menyetujui perjodohan ini kalau itu yang membuat dady dan momy bahagia" jawabku dengan suara yang menahan tangis. Semua orang pun bahagia atas keputusan yang ku ambil.
Cilellang, 25 july 2020

Jamu dengan Segudang Khasiat

  By: Nasyri’ah Nur Aisyah    Apasih yang pertama kali terlintas dipikiran kalian setelah mendengar kata 'jamu'? Dalam Peraturan Men...