Jumat, 18 September 2020

Malaikat ku

 Di sekolah…

“ahhh, hari ini ada ulangan harian, belum belajar lagi”, kataku. aku sebel karena hari ini ada ulangan harian sedangkan aku belum belajar. Tadi pagi aku dimarahi ibu karena bangun kesiangaan. Waktu mengerjakan akan segera berakhir. Ada 10 soal yang belum aku selesaikan. Kulihat jam tangan yang kupakai , 12 menit lagi aku harus selesai mengerjakan soal itu. Semua materi yang pernah kupelajari tidak bisa kuingat. Itu semua gara-gara ibuku yang memarahiku tadi pagi sehingga aku tidak konsentrasi .saat pulang sekolah aku lansung pulang ke rumah , dan ibuku berkata " put ! Ibu sudah siapkan makanan di atas meja untukmu" Aku tidak suka terlahir sebagai anak pertama yang harus menjaga ceri, adikku yang sangat, sangat dan sangat nakal. Ayahku sudah meninggal karena penyakit asma. Usaha ayahku bangkrut dan ekonomi kami sangat menurun. Sejak saat itu aku mulai membenci ibuku karena aku merasa bahwa ibuku penyebab semua ini. Karena ia selalu menghambur-hamburkan harta ayah untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Bahkan, jika aku tidak mendapatkan beasiswa, pasti aku tidak bisa sekolah.Aku terus berjalan sambil memikirkan masa depan keluargaku yang berantakan. Tiba-tiba… kulihat ada 2 orang bermuka menakutkan sedang mengikutiku. Kulihat mereka berdua semakin dekat menghampiriku. Aku terus berlari. Detak jantungku mulai melemah dan aku langsung jatuh tergeletak di atas aspal jalan. Melihatku tergeletak, kemudian mereka pergi menjauh dariku dan aku pun langsung pingsan tak sadarkan diri.

Puput, anakku saat kamu membaca surat ini, ibu sudah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. Dengan jantung ibu di tubuh kamu, ibu akan selalu di sampingmu, sayang. Maafkan ibu yang sudah membuat hidupmu menderita.

Selamat tinggal puput, anakku… 

Ibu sangat sayang padamu..........

Setelah membaca surat itu, aku seketika aku meneteskan air mata. Sekarang aku telah menemukan jawabannya. Jawabannya adalah ibuku. Aku menangis dan menyesal karena telah mengabaikan kehadirannya di dunia ini. Bahkan, di saat terakhir hidupnya pun aku tidak ada di sampingnya. Andai aku dapat mengulang waktu dari awal. Aku sangat menyesal. Sekarang aku sadar bahwa ibuku adalah malaikatku.

Salah memilih

 

           
 
 
 Judul: Salah Memilih
                                           
 Oleh: Risnawati

Hi. Apa kabar?
Untukmu yang lalu pernah menjadi bagian dari keseharian ku. 
3 tahun yang lalu tepatnya tahun 2017
aku lihat kau sangat senang dan bahagia saat di samping ku, apa kau lupa?
Semua orang pasti memiliki kisah hidup yang buruk, saat aku masih bersekolah di sekolah dasar kelas 6. Pada saat itu aku mempunyai seorang teman, teman yang terbilang sangat dekat.
Saat itu dia berkata  
"kau akan bersekolah di mana?" 
aku menjawab 
"aku mungkin akan bersekolah di Pesantren"
Dia berkata lagi
"mama aku menyuruh ku untuk ikut denganmu, apa boleh? " 
Aku menjawab
"itu sangat bagus aku sangat senang!" 
Pada saat itu aku sangat sangat senang karena mempunyai teman untuk bersekolah di Pesantren, jujur saja saat itu teman teman yang lain tidak ada yang ingin bersekolah di pesantren untung saja dia ingin pergi bersamaku.
                Kemudian waktu pendaftaran murid baru dimulai,pada saat itu aku, dia dan di temani  mama nya pergi ke sekolah untuk menyerahkan berkas berkas pendaftaran murid baru. Beberapa hari kemudian aku benar benar masuk sekolah pesantren dan masuk di asrama putri (aspuri) tentunya bersama dia. 
Dia di temani orang tuanya, dan aku di temani keluarga ku. Saat aku masuk di halaman asramanya aku merasa beda mungkin karena aku baru ke asrama itu. Mama aku dan mama dia cukup akrab, kemudian keduanya memberitahu pembina yang ada pada waktu itu untuk aku dan dia satu kamar. Jadilah aku satu kamar dengan dia. 
                Namun pada saat kelas 8 semuanya terasa berbeda, dia berubah dan menjadi orang asing. Aku dan dia bisa di bilang bukan dari Sekolah dasar yang sama. 
Aneh kan? Ya aku juga berfikir demikian. Dan mungkin aku sudah salah memilih.Memilih dia menjadi teman terbaik ku, namun bukan berarti aku membenci dia dan sebaliknya bukan berarti dia membenci ku. Aku dan dia masih saling sapa dan sering kali berbicara,tapi mungkin tidak akan bisa menjadi seperti 3 tahun yang lalu. Mungkin saja aku ke depannya aku akan salah memilih lagi. 

Kamis, 17 September 2020

Salahku!

 
Oleh: Nur Afni Ulfiana.
Kelas :Xmipa 2

   Saat duduk termenung melihat suasana taman. Aku melihat pria tampan berbaju hitam. Aku pergi menemuinya,Namanya Aldi. Pas aku tanya dia jomblo atau tdk, dia menjawab bahwa dia ternyata punya pacar, tapi aku bersikeras mendekatinya, akhirnya dia ajak aku makan siang bareng,Suasana hariku sangat senangt 
  Saat sampai di rumah makan Dia langsung memesan makanan.Aku tatap wajahnya sangat tampan bukan tanpa ku sadari makanan sdh habis kami berbincang bincang mengenai hidup kami masing masing
   Tak di sangka pacarnya datang dan melihat kami berdua dan menuduh bahwa Aldi selingkuh bersamaku emosi mulai menggelegar ia merasa di duakan ia merasa sangat cemburu dan akhirnya ia meminta putus dengan Aldi tapi Aldi mengabaikan dan akhirnya mereka putus,akan tetapi aku malah lebih jauh kepadanya,ini semua salah ku.
   

No life

 Oleh:Gia Syahirah Amalia

Ya,semua orang pasti pernah merasakan nya,dimana kehidupan yang hampa berada dalam dirinya.Orang yang tidak berkehidupan biasanya merasa nyaman dengan kehidupan yang sepinya.Dimana tidak ada yang menghibur nya dan menyakiti perasaannya.Akan tetapi tetap saja orang tersebut adalah orang yang merasakan kesepian dihidupnya, dimana dia menjahui kehidupan yang penuh dengan drama.Dijaman sekarang orang yang tidak memiliki kehidupan dan hampa disebut sebagai orang yang "nolep"atau yang lebih jelasnya disebut sebagai"no life".

Ya aku sedang berada di fase ini sekarang, dimana diriku tidak perduli dengan apa pun yang terjadi di masa depanku.Aku termasuk orang yang nolep karena akuakan lebih suka dan senang dengan kehidupanku sendiri.Apapun yang terjadi si sekitarku,aku merasa tidak begitu perduli apa yang sedang terjadi.Masa depan bagiku adalah sebuah khayal yang tidak perlu untuk dipikirkan,aku lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain handphone di kamar.Aku bisa meluapkan emosi maupun segala hal yang aku inginkan,biasanya diriku cukup sulit mengambil keputusan karena merasa itu tidak terlalu dipentingkan.Aku terlalu males gerak dan tak mau beraktifitas yang menguras tenaga,dan itu merupakan sifat buruk dari orang yang Nolep.Temanku dekat cenderung lebih sedikit,ya mungkin karena aku menjahuinya.Aku menganggap bahwa diriku bebas dari pergaulan bebas, dan narkoba, karena mengurung diri di dalam kamar, mungkin memang terdengar aneh tetapi itu lah yang terjadi dalam kehidupan ku.Aku lebih cenderung tidak memiliki semangat untuk menjalani hidup,aku berpikir kalau kehadiranku mungkin tidak terlalu penting,tetapi itulah kehidupan ku kini.

Yahh...aku juga berharap supaya hidup ku lebih berwarna seperti kehidupan orang lain,dimana dirinya selalu bahagia dan tidak merasa kesepian.Aku selalu menginginkan semoga fase ini hilang dari kehidupan ku agar hidup lebih sempurna.Tetapi kesempurnaan tidak mutlak dimiliki oleh setiap orang,hanya Tuhan yang memiliki kesempurnaan.Kita hanya sebuah tanah yang diberi nyawa.Berusahalah untuk menggunakan setiap waktu dengan hal yang positif,karena waktu bukan digunakan untuk overthinking dan berangan angan.YOU MUST KNOW THAT TIME IS MONEY!.


Malas sekolah


 

Annisa Eka Putri AD

Minggu menjadi hari libur dan membuat orang menjadi sangat malas untuk beraktifitas. Ada orang yang memilih untuk menghabiskan hari minggu untuk berlibur dan ada juga yang memilih untuk tinggal di rumah saja guna melepas penat karena aktifitas seminggu penuh.Begitu pula dengan Lia yang memilih untuk santai di rumah ketika hari Minggu tiba. Sampai-sampai, sesudah hari Minggu berakhir, ia pun masih belum siap menghadapi kegiatan sekolah yang baginya amat membosankan.“Lia, kamu tidak sekolah? Ini sudah jam berapa? Nanti kamu telat.” Ujar ibunya“Bu, Lia masih capek. Bolos sehari gak papa kan ma. Lagian tidak ada PR ataupun tes ma. Jadi santai saja.”ujar Lia.“Jangan begitu nak. Kamu itu sekolah juga bayar. Menuntut ilmu bukan sesuatu yang bisa kamu sepelekan nak.”ibunya menasehati.“Sudah bu, Lia masih ngantuk banget. Mau tidur lagi.”

Melihat hal tersebut, Ibu Lia menjadi marah dan menyeret anaknya tersebut ke sebuah tempat. Ternyata, ibunya mengajak dia ke panti asuhan yang dipenuhi oleh anak-anak dengan latar belakang yang berbeda.“Nak, lihat mereka. Mereka tidak memiliki orang tua yang bisa membiayai mereka. Padahal, mereka juga ingin sekolah dan memiliki orang tua lengkap sepertimu.” Jelas ibunya menasihati anaknya melalui kaca mobil.Lalu ibunya juga mengajak Lia melihat anak-anak yang tengah mengamen di jalan. “Lihat juga anak itu. Dia yang seharusnya sekolah harus mengemis untuk mencari uang. Untuk makan saja dia susah. Padahal kamu makan sudah disiapkan dan hidupnya enak.” Jelas ibunya lagi.

Sesudah itu Lia merasa sadar akan kesalahannya dan akhirnya ia pun mau diajak berangkat sekolah sekalipun sedikit terlambat. Ibunya mengantar dia sampai ke sekolah. Di perjalanan, ia juga melihat anak sekolah yang berjalan kaki dengan kaki yang pincang. Ia pun berkata dalam hati,"Betapa aku adalah orang yang sangat beruntung. Masih memiliki fisik yang sempurna namun justru malas untuk pergi ke sekolah. Sementara anak yang cacat fisik saja masih semangat.”


Tujuh Dosa Mematikan

 Disebuah kerajaan bernama Kerjaan Liones, terdapat sekelompok kriminal yang disebut dengan Tujuh Dosa Mematikan. Dikatakan bahwa anggota kelompok tersebut merupakan kaisar Kudus yang berkhianat dan berniat menggulung kerajaan Liones. Setelah sepuluh tahun berlalu, Ketua dari Tujuh Dosa Mematikan mulai mencari anggotanya yang terpisah akibat kejadian sepuluh tahun yang lalu. Alasan Meliodas, Sang kapten mencari anggotanya adalah Putri Elizabeth. Sang Putri datang mencari Tujuh Dosa Mematikan untuk meminta tolong agar Ayahnya yakni Sang Raja beserta saudaranya yang lain disekap oleh Ketua Anggota Kesatria Kudus.

Setelah berpetualang akhirnya Meliodas bertemu kembali dengan keempat rekannya. Dalam perjalanan sebelum mencari kedua rekannya, Meliodas dan rekan rekan beserta Elizabeth memutuskan mencari Harta Sakral mereka. Dimulai dari mencari Palu raksasa milik Diane sang Gadis Raksasa. Dalam pencarian untuk menemukan Harta Sakral milik Diame, Mereka bertemu dengan Kesatria Kudus dan terjadilah pertingkaian antara Tujuh Dosa Mematikan dan Anggota Kesatria Kudus. Dalam pertarungan Diane menemukan Palu raksasanya dibalik batu raksasa. Dan akhirnya dengan usaha yang keras ia membuat anggota Kesatria Kudus mundur. Namun sayangnya salah satu Anggota Kesatria Kudus menculik pedang Meliodas dan Putri Elizabeth.

Meliodas akhirnya mengejar mereka menuju kerajaan. Dalam perjalan mereka dihadang oleh puluhan anggota Kesatria Kudus, dan dengan bekerja sama dengan Ban serta Gwarthor yang juga menjadi salah satu Tujuh Dosa Mematikan. Meliodas dengan amarah yang membuncah membuat kekuatan yang tersembunyi di tubuhnya keluar dan bertarung mati-matian dengan Hendricson Pemimpin Kesatria Kudus yang juga menjadi dalam dibalik penculikan sang Raja, serta Tuduhan yang mengakibatkan Tujuh Dosa Mematikan dikatakan penghianat. Setelah pertarungan besar besaran yang membuat sebagian kota di dekat Kerajaan Liones terkena imbasnya, akhirnya sang Raja dan saudari Putri Elizabeth diselamatkan. Tuduhan untuk Tujuh Dosa Mematikan pun dilepas.


KEDAPATAN

Hari ini adalah hari Selasa di mana kelasku belajar mata pelajaran PJOK di jam terakhir. Kring....kring... suara bel istirahat pun berbunyi dan seluruh siswa-siswi Smp 3 berhamburan keluar kelas masing-masing, ada yang menuju kantin, perpustakaan, dan lain-lain. "Guys ke asrama yuk,, pergi ganti baju."kataku sambil merapikan buku pelajaran. Karna kelas ku akan belajar PJOK. "Yuk.." kata temanku.
Sesampainya di depan asrama "yah...asramanya di kunci,, bagaimana dong:v" kata ku dengan lesu. "Astaga bajuku ada di dalam" kata temanku. "Lewat Webel mi be masuk,, dari pada na marahi ki nanti bapak" kata temanku mengusulkan pendapat. "Ayo mi pale teman-teman". Akhirnya kita pun masuk ke asrama lewat Webel.
Setelah ganti baju seragam sekolah dengan baju olahraga kita pun ke kantin untuk mengisi perut sebelum berolahraga.
Setelah kami ke kantin kami pun ke lapangan untuk berolahraga tetapi tiba-tiba dua orang teman kami berlarian dari arah asrama dan pak satpam juga ada di belakannya. "Temanya ke dapatan ka sama Sinta memanjat Webel sama pak satpam,, bagaimana mi ini" kata satu temanku dengan panik "baru to na suru ka juga tulis nama-nama yang sudah manjat Webel." sambungnya. "biarmi sama-sama mki tanggung i ka kan sudah semua ki juga manjat Webel." kata kami semua menenangkan. Akhirnya setelah nama kami tertulis semua.
Cilellang, 09 Agustus 2020.

Berbeda

 

 Oleh: Maydivani Pratiwi

                     Ini untuk dirinya yang selama 2 minggu terakhir ini telah berhasil memenuhi pikiranku tanpa henti. Aku tau rentetan abjad-abjad yang aku tulis saat ini tak akan dibaca olehnya, aku juga tak mungkin berani untuk mengungkapkannya langsung, jadi izinkan aku untuk menulis semuanya disini. Sebuah perasaan yang mungkin mustahil akan terbalas memang menyakitkan, harus kuakui hal itu bisa membuatku sebegitu tidak tenangnya, sampai-sampai aku menciptakan deratan- deretan kalimat panjang yang mengandung makna. Semuanya terasa berbeda saja, dia sudah tak seperti orang yang dulu kukenal, orang asing yang dulunya memperkenalkan diri lewat obrolan chat, membuatku ingin berkenalan ulang saja. Dia yang dulunya selalu berusaha ada saat aku membutuhkannya, kini terasa seperti kita tak pernah kenal sebelumnya, bahkan untuk menyapanya aku tak kuasa, dia menjelma menjadi orang asing buatku.

                       Dia pernah berkata tidak akan menghilang, namun itu hanya sekedar "kata-kata", setelah dia menghilang dalam sekejap akhirnya dia mengaku salah telah mengucapkan hal-hal manis tanpa mengetahui isi hati dia dahulu yang sebenarnya, dan itu membuatku merasa lebih baik, dia juga berkata tidak ingin mengakhiri semuanya. Namun lagi-lagi itu hanyalah sekedar "KATA-KATA", haha lucu sebenarnya, semua yang dia katakan selama ini itu hanya jarinya saja yang bergerak diatas layar, bukan hatinya yang menjawab. Kini aku ingin menertawai diriku sendiri yang telah sangat larut dalam dialog yang dia buat. Aku sudah tak tau sekarang, aku benar-benar ingin keluar dari pentas seni ini, tapi rasanya sangat sulit dan berat. Mengingat betapa orang yang dulu namanya selalu ada dalam doaku kini telah pergi tanpa adanya kata "Pamit", pergi dan hanya menyisakan kenangan dan luka yang entah akan membekas atau akan hilang. Aku sangat bingung mau bagaimana lagi sekarang, keadaan seakan memaksaku untuk berjalan sendirian tanpa ada dirinya lagi.

                        Aku bingung entah mau pergi kemana lagi, mencoba untuk biasa-biasa saja sudah sulit. Ada suatu saat aku bisa melupakan dirinya, tapi dia seakan selalu bisa membuat usahaku gagal lagi dan lagi. Dia tak pernah bisa hilang dari pikiran ini,kadang aku benci pikiranku sendiri. Pernah suatu saat dia membuat pertahananku hancur lagi, dia muncul dengan kata "Semangat" dan yaaa itu sukses membuatku terjaga sampai tengah malam. Aku hanya bisa mengatakan apa kabar,jaga kesehatan,jangan lupa makan dan semoga bahagia, hanya itu yang bisa aku katakan, jari ini enggan menulis apa yang selama ini ada dihatiku. Kalimat sederhana yang mampu membuatku kepikiran lagi dan lagi. Kenangan itu memang jahat yaa, dia akan selalu ada tanpa diberi tahu. Dia selalu datang tanpa permisi lalu pergi dalam sekejap dan datang kembali. Kenangan itu seakan memang diberi takdir untuk terus menghantui orang-orang yang mungkin bisa dibilang "masih belum bisa melupakan". Aku selalu ingin bilang "Aku masih disini, menunggu seperti orang bodoh entah sampai kapan,jika kau ingin melihat kembali kebelakang aku akan ada untukmu",yaa benar aku masih menunggu dan masih berusaha, tapi satu hal yang harus dia tau, ini tidak untuk selamanya.

DI UJUNG NESTAPA


 Oleh: Nur Suci Qalbi. M

Siang yang cukup cerah, terik menyongsong hingga ke ujung kaki, tubuh dibasahi keringat yang menetes terus menerus tanpa henti, pak amin tetap mengayuh sepedanya untuk menjajakan dagangannya. Di Masa masa pandemi seperti ini memang kebutuhan ekonomi cukup sulit untuk didapatkan, ditambah kebutuhan untuk sekolah Anak-anak juga meningkat, sebab keperluan seperti kouta internet pun harus terpenuhi, beda saat sekolah normal, kita hanya perlu menyediakan buku dan alat tulis saja. Irfan, Anak pak Amin saat ini duduk di bangku kelas 8 SMP, kerap tidak mengikuti pelajaran, dikarenakan kehabisan Kouta Internet, dan ia tidak memiliki uang untuk membelinya lagi. Pak Amin pun harus bersusah payah untuk mendapatkan uang, demi untuk menyekolahkan dan mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Setiap hari ia pergi berdagang saat fajar terbit dan kembali saat fajar sudah mulai tenggelam.

    Sejak fajar terbit sampai saat ini, belum satupun orang yang membeli tempe dan tahu yang dijual Pak Amin, meskipun begitu, Pak Amin tidak menyerah demi menafkahi istri dan anaknya dirumah. Tak lama kemudian azan berkumandang yang menandakan waktu shalat Dzuhur sudah tiba, dan akan segara dilaksanakan. Pak Amin pun Bergegas mengayuh sepedanya ke Arah Sebuah Mesjid yang tidak terlalu jauh dari tempatnya saat itu, sesampainya disana, ia pun memarkirkan sepedanya di sudut kiri mesjid dan pergi mengambil wudhu, Saat Suara Iqomah telah terdengar ia pun segera masuk ke dalam mesjid dan melakukan sholat berjamaah. Setalah sholat, Pak Amin keluar, lalu mengambil sepedanya untuk melanjutkan jualannya, terdengar suara dari belakang, "Pak, Tunggu Sebentar", Pak Amin pun Menoleh Kebelakang, "Eh Pak Ustadz, iya ada apa pak?" Jawab Pak Amin sambil senyum, "Saya Mau Beli Tahu sama tempenya pak, Masing Masing sepuluh ribu aja ya pak!" Pinta Pak ustadz, "Alhamdulillah, iya, Tunggu Sebentar ya pak, saya ambilkan dulu" Jawab Pak Amin dengan Syukur, "Ini pak, Semuanya jadi dua puluh ribu ya" Kata Pak Amin pada Pak Ustadz, "iya, Makasih ya pak" balas pak Ustadz. Pak Amin terlihat sangat senanf setelah ada yang membeli dagangannya, setelah itu ia kembali berkeliling untuk menjajakan dagangannya. 

Langit pun sudah mulai menggelap, dan Fajar sudah terbenam, tak lupa ia singgah di mesjid untuk melaksanakan Sholat Magrib, selepas itu ia langsung pulang kerumah. Setelah menjual seharian, Pak Amin hanya mendapat uang sebesar tiga puluh lima ribu saja, ia memberikan uang itu kepada istrinya, dan istrinya nampak sangat bersyukur dengan uang itu, "Alhamdulillah, Hari ini lumayan laris ya pak jualannya, jdi besok ibu bisa kepasar untuk beli beras dan sayur" ucap ibu, "iya bu, maaf kalau belum cukup, bapak juga sudah berusaha sekuat mungkin tapi hanya dapat segitu" balas Pak Amin, "tidak apa apa pak, ini sudah cukup untuk kita makan besok" jawab ibu lagi. Ibu pun masuk ke kamar dan menyimpan uang itu didalam dompet belanjanya, tiba tiba irfan masuk ke kamar dan meminta uang untuk membeli Kouta internet sekolahnya, karena sudah satu pekan dia tidak mengikuti kegiatan pembelajaran daring. Ibu langsung memberi tahu bapak tentang hal itu, dan mereka berdua memutuskan untuk memberikan setengah dari uang tadi untuk Irfan. Meskipun uang ibu tersisa lima belas ribu, setidaknya itu cukup untuk membeli beras besok, walaupun lagi lagi kita harus makan Nasi dan seadanya saja, tetapi kita tetap harus mensyukuri pemberian tuhan karena Masih banyak orang lain yang tidak bisa makan tiap harinya diluaran sana. 

Rabu, 16 September 2020

Mundur

Oleh : Muhammad Alfauzi Arif 
 
      Di tengah dinginnya malam seorang gadis tengah merenung dibalkon kamarnya entah apa yang ia pikirkan. Gadis itu terlihat sangat kacau,matanya yang sembab dan hidungnya terlihat begitu merah. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Shafa hanya butuh sandaran kali ini. Ia sangat rapu,dan rapuh. 

    Tiba²pintu kamar Shafa menampilkan sosok orang yang sangat berharga baginya. Ia adalah Citra,Ibu Shafa. Setiap shafa punya masalah, ibunya lah yang selalu menenangkannya. Hanya dia yang tau perasaannya saat ini. 
"Nak, Shafa jangan nangis lagi yahh, ibu tidak tega melihat keadaan shafa sekarang"Ucap Citra sambil mengelus punggung anknya. 
"hiks-hiks S-h-afa ngg-ak bisa ten-ang bu"Jawabnya disertai isakan tangis
"ibu tau kamu ank kuat, ibu nggak mau kamu kek gini nak, mana shafa yang ibu kenal kuat, ceria dan, selalu tersenyum? Mana"Tanya citra yang ikut menangis melihat keadaan ankx. 
"bu apa yang harus shafa lakukan sekarang. Melepas atau trus mempertahankan Reygan bu".tanya smbil memeluk ibundax
"Kalau memang shafa merasa sudah tidak dihargai lagi lebih baik kamu melepaskannya nak. Mungkin benar melepaskan Tidak semudah itu tpi buat apa hubungan di pertahan kan jika ada salah satunya sdh merasa bosan nak. Apa kamu mau pertahankan hubungan yang tidak di dasari dengan cinta? Yh mungkin kamu cinta sma reygan tpi dia sudah tidak." ucap citra meyakini putri semata wayangnya. 


    Yah memang benar buat apa cinta di pertahankan jika hanya ada satu orang yabg berjuang? Memilih bertahan tapi sakit atau melepas meski tak rela? Semua takdir telah di tentukan sama sang pencipta...
Kali ini keputusan shafa sudah bulat. Ia lebih baik memilih mundur dari pada bertahan namun sakit. 
" _Yhh Aku memilih mengalah dari pada harus bertahan dengan keadaan Sakit_."Ucap Shafa dalam hati.

Selasa, 15 September 2020

Cowok idaman



Sri annisa 

Pagi itu Tya berangkat sekolah bersama Ica sahabatnya. Sembari menyusuri lorong kelas yang biasa mereka lewati, Tya bertanya pada Ica.

“Ca, menurutmu tipe cewek idaman Ari itu kaygimana sih?”

Sambil tersenyum Nina lantas menjawab. “Gimana ya? Setahuku tipenya Ari sih gak muluk-muluk. Karena setahu aku dia lebih suka sama cewek yang natural gitu lah.”

“Hmm gitu ya, gak suka sama cewek yang hobi dandan berarti” Sambut Tya dengan wajah yang semakin berbinar kegirangan.

“Ya kira-kira seperti itu lah.”

“Terus gimana dong supaya wajah tetep cantik meski gak pake make up tebal?” Tanya Tya lagi.

“Coba aja kamu pakai masker bengkoang dan scrub gula pasir biar bibir merah merona gitu” Jawab Ica.

“Wah iya juga ya, nanti malam ku coba deh Ca”


 Selama beberapa hari Tya mencoba ide yang diberikan oleh Ica. Tya pun sangat senang karena wajahnya lama kelamaan mulai tampak lebih cerah dan berseri. Bekas jerawat yang awalnya tampak jelas pun sudah mulai menghilang.Masker Bengkoang dan Scrub gula pasir untuk wajah dan bibir pun tak pernah lupa untuk terus ia gunakan mengingat seminggu lagi bakal ada acara pensi.Pastinya di acara ini Tya bakal ketemu Ari dan dia harus tampil cantik dan mempesona agar menarik perhatian Ari, Lelaki idamannya.

Jamu dengan Segudang Khasiat

  By: Nasyri’ah Nur Aisyah    Apasih yang pertama kali terlintas dipikiran kalian setelah mendengar kata 'jamu'? Dalam Peraturan Men...